Berita Jateng

Motif Order Fiktif, Dua Karyawan di Purwokerto Rugikan Perusahaan hingga Ratusan Juta

Satreskrim Polresta Banyumas menangkap ATG (27) dan DG (42) warga Kelurahan Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
Satreskrim Polresta Banyumas saat memeriksa ATG (27) dan DG (42) warga Kelurahan Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas karena diduga melakukan tindak pidana penggelapan, Sabtu (12/2/22). 

TRIBUNPANTURA.COM, PURWOKERTO - Satreskrim Polresta Banyumas menangkap ATG (27) dan DG (42) warga Kelurahan Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas karena diduga melakukan tindak pidana penggelapan, Sabtu (12/2/22). 

 

Kedua pelaku secara bersama-sama melakukan order fiktif di perusahaan tempat mereka bekerja di Jl. Raya kebocoran RT 2 RW 2, Desa Karangsalam Kidul, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.


Order fiktif itu dilakukan sejak Februari 2020 sampai dengan bulan Oktober 2020. 


Perusahaan itu diketahui bergerak dibidang pemasaran oli. 


Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry mengatakan kasus ini berawal saat tersangka ATG (27) memesan atau order fiktif. 


Ia order dengan menggunakan nama customer tanpa seijin dari customer tersebut.


Setelah barang berhasil dipesan kemudian Tersangka DG (42) selaku Sopir melakukan pengangkutan dengan menggunakan kendaraan milik perusahaan.


Lalu mengantarkan barang pesanan tersebut untuk dijual kepada orang lain sesuai instruksi dari tersangka ATG (27). 


Selanjutnya uang hasil penjualan tersebut tidak disetorkan ke PT tersebut melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi oleh Tersangka ATG (27).


Sehingga atas kejadian tersebut pelapor dari pihak PT tersebut merasa dirugikan selanjutnya melaporkan ke pihak Polresta Banyumas


Dari laporan inilah dilakukan penyelidikan, hingga akhirnya diketahui keberadaan pelaku dan dilakukan penangkapan. 


"Setelah dilakukan pencarian selama 4 bulan, pada hari Jumat (11/2/2022) pukul 22.00 WIB tersangka ditemukan keberadaannya dirumahnya selanjutnya dengan surat perintah membawa tersangka ATG (27) dibawa ke kantor Satreskrim untuk diperiksa," ujar Berry kepada Tribunbanyumas.com.


Atas perbuatan kedua tersangka, pihak perusahaan diperkirakan rugi sebesar Rp 845 juta. 


Saat ini tersangka berikut barang bukti telah diamankan di kantor Satreskrim Polresta Banyumas


Atas perbuatan tersangka tersebut terpenuhi unsur perbuatan dugaan secara bersama – sama melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 374 KUHP.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved