Berita Semarang

Pedagang Johar Masih Pecah Suara tentang Penataan Lapak, Ini Alasannya

Perwakilan kelompok pedagang Pasar Johar masih pecah suara terkait penataan ulang yang dikehendaki oleh pedagang sendiri.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Moch Anhar
TRIBUNPANTURA.COM/EKA YULIANTI FAJLIN
Pemerintah Kota Semarang bersama Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ), Koramil Semarang Tengah, dan Polsek Semarang Tengah, melakukan pendataan para pedagang Yaik yang menempati lapak di Johar Utara maupun Johar Tengah, Rabu (16/2/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Perwakilan kelompok pedagang Pasar Johar masih pecah suara terkait penataan ulang yang dikehendaki oleh pedagang sendiri.

Hal itu membuat penataan masih belum ada titik temu. 

Ketua PPJ Kota Semarang, Mudasir mengatakan, sudah beberapa kali melakukan audiensi dengan Komisi B DPRD Kota Semarang.

Ada arahan dari DPRD untuk membuat nota kesepahaman antara PPJ, PPJP Johar, dan PPJCB.

Nota kesepahanan berisi perlunya diadakan penataan ulang baik Johar Utara, Tengah, maupun Selatan. 

Baca juga: Elemen Paguyuban Pedagang Johar Semarang Pecah Suara Lagi, DPRD Tunda Rapat Audiensi

Baca juga: Batik Selotigo, Punya Motif Tugu Pancasila dan Pohon Rejasa Khas Kota Salatiga

Baca juga: Babak 32 Besar Liga 3, Persipa Pati Kalahkan Citeureup Raya Bogor 4-0

"Ini sudah dibicarakan beberapa kali. Masing-masing pihak sudah mempelajari nota kesepahaman itu. Pedagang yang bukan Johar harus dikeluarkan sebab pedagang asli Johar banyak yang belum dapat lapak. Sementara, lapak yang ada di basement, dalam DED memang untuk pedagang Yaik," terangnya ditemui seusai audiensi bersama Komisi B DPRD Kota Semarang, Kamis (17/2/2022). 

Namun, lanjut dia, seiring berjalannya waktu, lapak di Johar justru ditempati para pedagang dari luar, antara lain Yaik, Kanjengan, dan Pungkuran.

Bahkan, terungkap ada pedagang bukan dari Johar, Yaik, maupun Pungkuran.

"Terdapat lapak yang tidak dicantumkan nama pemilik," katanya. 

Kemudian, perwakilan pedagang bersama Pemerintah Kota Semarang melakukan pendataan pedagang luar yang masuk ke Johar Utara maupun Tengah pada Rabu (16/2/2022) lalu. 

Baca juga: DPC Gerinda Kendal Targetkan 12 Kursi pada Pileg 2024

Baca juga: Jokowi Beri Ucapan Terima Kasih ke Ganjar Soal Capaian Vaksinasi Jateng 

Baca juga: Babak 32 Besar Liga 3, Persipa Pati Kalahkan Citeureup Raya Bogor 4-0

"Persoalannya, kemarin penyampaian petugas ke pedagang, bukan harus pindah, tapi kalau di sini (Johar) tidak apa-apa, pindah boleh. Ini bukan melaksanakan keputusan, ini penawaran. Akhirnya, pedagang yang di sana tidak mau pindah, padahal mereka bukan pedagang Johar," ujarnya. 

Dia berharap, seluruh pihak bisa menjalankan kesepahaman yang sudah menjadi kesepakatan bersama yang mana pedagang dikembalikan ke blok semula. (*) 

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved