Berita Tegal
Berstandar BWF dan PBSI, Shuttlecock Bikinan Industri Rumahan Batang Tembus Pasar Luar Negeri
Berstandar BWF dan PBSI, Shuttlecock Home Industri Batang Tembus Pasar Luar Negeri
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Moch Anhar
Dengan permintaan pasar yang sangat tinggi, home industri shuttlecock milik Ahda Al Faizu itu membutuhkan tenaga kerja untuk mengejar target produksi.
"Saya sudah perintahkan Disperindaskop membuat pelatihan khusus pembuatan shuttlecock, usai pelatihan bisa langsung dipekerjakan," jelasnya.
Wihaji juga menyebutkan home industri shuttlecock IDN omsetnya sudah mencapai Rp 500 Juta per bulan.
"Ini luar biasa, perputaran uangnya bisa mencapai 400 hingga 500 juta, dan tergantung produksi tenaga kerjanya semakin banyak produksi omsetnya semakin banyak," pungkasnya ( *)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/koko-shuttle.jpg)