Selasa, 2 Juni 2026

Berita Jateng

Wali Kota Hendi Harap Semarang Jadi Lebih Baik di Usia 475 Tahun

Di tengah pandemi Covid-19, rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Semarang memang digelar sederhana tanpa kegiatan skala besar.

Tayang:
TribunPantura.com/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama jajaran Forkopimda melepas burung merpati sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-475 Kota Semarang, Rabu (2/3/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang membuka rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-475 Kota Semarang dengan apel, senam bersama, dan eksibisi futsal di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (2/3/2022). 

Di tengah pandemi Covid-19, rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Semarang memang digelar sederhana tanpa kegiatan skala besar. 

"Karena kita sudah diberi pengalaman oleh Allah tentang pandemi, kegiatan kami bagi ke 177 kelurahan termasuk di Balaikota".

"Semua merayakan HUT hingga puncak nanti tanggal 2 Mei," papar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi

Hendi, sapaannya, menyebutkan ada beberapa rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-475 Kota Semarang, di antaranya olahraga, ziarah, bhakti sosial, dan puncaknya upacara pada 2 Mei mendatang. 

"Jadi, kita memulai dari hal seperti itu, sederhana, kita harus memperingati," ucapnya. 

Hendi berharap, menginjak usia baru Kota Semarang bisa lebih baik.

Dia mencatat, sudah mulai ada perubahan lebih baik pasca pandemi ini.

Misalnya, pertumbuhan ekonomi di Kota Lunpia telah mencapai 5,16 persen.

Indeks pembangunan manusia naik menjadi 83,05 persen.

Begitu pun daerah kumuh dan area banjir semakin berkurang. 

"Kita potret supaya tahun depan bisa lebih baik lagi," ucapnya. 

Pemerintah Kota Semarang juga masih melakukan upaya pengentasan pengangguran dan kemiskinan dengan melibatkan anggaran APBD ataupun peran serta pengusaha. 

Hendi mengaku, terus mengkomunikasikan potensi-potensi yang dimiliki Kota Semarang.

Proses pelayanan perizinan juga selalu dipantau agar tidak sampai muncul biaya tidak terduga atau pungli.

Dengan mudahnya pelayanan, diharapkan investasi di Kota Semarang semakin meningkat. 

"Apa kaitannya investasi dan pengangguran dan kemiskinan? Tentu saja lapangan kerja terbuka, orang berangsur bekerja".

"Mereka punya penghasilan yang otomatis warga miskin bisa lebih kecil," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved