Berita Tegal

Abdul Fikri Faqih Tegaskan Bahasa Daerah Tak Hilang dalam Kurikulum Merdeka

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyampaikan, pemangku kepentingan pendidikan tidak perlu khawatir soal Kurikulum Merdeka

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih saat menghadiri Workshop Sosialisasi Kurikulum di Hotel Khas Tegal, Sabtu (5/3/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menyampaikan, pemangku kepentingan pendidikan tidak perlu khawatir soal Kurikulum Merdeka yang belum lama ini diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. 


Ia menilai, kurikulum tersebut memiliki pendekatan yang holistik atau menyeluruh. 


Dalam penerapannya juga menyesuaikan kondisi lokal di masing-masing tiap daerah. 


Fikri mengatakan, pendapat yang menyampaikan seolah-olah konten lokal tidak mendapatkan porsi itu tidak benar. 


Bahasa daerah tetap mendapatkan porsi. 


"Intinya, semangatnya utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing," kata Fikri seusai menghadiri Workshop Sosialisasi Kurikulum di Hotel Khas Tegal, Sabtu (5/3/2022).


Fikri menjelaskan, pemangku kepentingan pendidikan juga diperbolehkan untuk memilih metode kurikulum.


Bisa menggunakan kurikulum 2013, kurikulum darurat, kurikulum prototipe, atau kurikulum merdeka. 


Kurikulum tersebut bisa diterapkan menyesuaikan kondisi daerah masing-maring. 


Menurutnya, yang terpenting pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 harus terus berjalan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved