Berita Jateng

Pedagang Pasar Tradisional di Banyumas Keluhkan Harga Minyak Goreng Masih Tinggi

Sejumlah pedagang minyak di pasar tradisional di Kabupaten Banyumas mengeluhkan harga minyak goreng yang masih tinggi.

TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Operasi pasar 3.000 minyak goreng di Pasar Relokasi Weleri, Kendal, Jumat (25/2/2022). Ribuan warga berdesakan untuk mendapatkan dua liter minyak goreng harga Rp 14.000/liter. 

TRIBUNPANTURA.COM, BANYUMAS - Sejumlah pedagang minyak di pasar tradisional di Kabupaten Banyumas mengeluhkan harga minyak goreng yang masih tinggi.

Berdasarkan pantauan, harga minyak goreng eceran dengan dengan ukuran 1 liter dihargai kisaran Rp 17 ribu-Rp 20 ribu. 

Kepala Paguyuban Pedagang Pasar Sokaraja, Triani mengatakan, harga minyak saat ini masih tinggi dan susah didapat. 

"Harga minyak eceran ukuran 1 liter sekitar Rp 17 ribu-Rp 19 ribu, itu merknya yang biasa yaitu Fit". 

"Kalau yang agak terkenal seperti Tropikal atau Bimoli malah Rp 20 ribu," katanya, Senin (14/3/2022). 

Dia dan sejumlah pedagang pasar lainnya menyayangkan masih tingginya harga minyak goreng

Pihaknya meminta supaya pemerintah mengadakan lagi operasi pasar secara rutin paling tidak seminggu sekali. 

"Kita dijanjikan akan ada pula pasokan minyak goreng curah tapi sampai sekarang belum ada". 

"Ditambah pasokan minyak goreng eceran masih sangat susah". 

"Kondisinya bahkan saat ini minyak goreng kosong dan benar-benar tidak ada di pasar," imbuhnya. 

Triani mengatakan, saat operasi pasar ada kurang lebih 100 pedagang yang menerima pasokan minyak.

Namun dirinya menyayangkan sistem operasi pasar yang dijalankan, karena dinilai kurang tepat sasaran. 

Dalam kenyataannya ada beberapa pedagang yang tidak langsung menjual minyak dan lebih memilih menyimpan minyak goreng. 

Ada beberapa pedagang yang menjual minyak keesokan harinya dengan harga tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 14 ribu. 

Hal serupa juga diungkapkan oleh pedagang minyak di Pasar Jatilawang, Muji Lestiana yang menilai operasi pasar saat ini kurang efektif. 

Menurutnya, alangkah lebih baiknya bila operasi pasar langsung saja kepada masyarakat. 

"Saat operasi Pasar kemarin pembeli sangat berjubel dan mengantre berdesak-desakan".

"Dagangan saya yang lain seperti tahu tempe malah hilang dicuri warga yang berdesakan itu, mau untung jual minyak malah rugi juga dagangan saya yang lain pada ilang," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved