Berita Kajen

Video Gowes Kebangsaan di Pekalongan Berbagai Sepeda Hadir

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pekalongan, menggelar gowes Kebangsaan bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) setempat

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: restu dwi r

TRIBUN-PANTURA.COM, KAJEN - Berikut video Gowes Kebangsaan di Pekalongan Berbagai Sepeda Hadir

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pekalongan, menggelar gowes Kebangsaan bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) setempat.

Rute dalam gowes ini di wilayah Desa Tanjungkulon, Desa Sinangohprendeng yang ada di wilayah Kecamatan Kajen, Jum'at (25/3/2022).

"Gowes Kebangsaan ini dalam maksud UU No 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan.

Sekaligus, melakukan inspeksi maupun edukasi tentang UU tersebut dan SE Bupati Pekalongan yang ditandatangani oleh Sekda tentang pengibaran dan pemasangan bendera merah putih di instansi-instansi agar mempedomani betul aturan tersebut," kata Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho kepada Tribunjateng.com.

Dari hasil pantauan, pemahaman secara spesifik tentang pengibaran bendera itu masih perlu diedukasi terus, karena pada praktiknya yang sering ditemukan bahwa bendera merah putih di instansi-instansi itu kalau pagi hari dinaikkan, namun saat sore tidak diturunkan.

"Kami memantau di balai desa dan sekolah-sekolah tentang bendera merah putih. Padahal sesuai kaidah aturan, pagi naik sore turun. Akan tetapi, masih ada saat sore tidak diturunkan atau bahasa kami 'menginap'."

"Ini juga untuk mengantisipasi, supaya bendera itu tidak terlihat sudah lusuh atau robek. Karena, apabila itu rusak atau robek ada sanksi pidananya," imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan bendera negara sang merah putih merupakan jati diri bangsa, sarana pemersatu, dan wujud ekstensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara.

"Sehubungan dengan itu agar diperhatikan lagi terkait pemasangan atau pengibaran bendera merah putih agar betul-betul mempedomani pasal 7 ayat 1 tentang pengibaran dan atau pemasangan bendera negara dilakukan pada waktu antara matahari terbit hingga terbenam," jelasnya.

Haryanto mengimbau kepada masyarakat untuk tingkatkan empati kebangsaan. Sehingga, ketika masyarakat menemukan mungkin di instansi yang mengibarkan bendera sudah rusak atau tidak layak, bahkan ada yang salah pasang, terbalik itu tidak usah diviralkan.

"Karena itu martabat kita juga. Lebih baik beritahukan kepada aparat atau pimpinan yang ada di instansi tersebut, agar segera dibetulkan."

"Kemudian yang kedua, khususnya untuk aparat instansi manapun, mari kita gelorakan bersama hal kecil yakni, setiap datang ke kantor, selain tentu berdoa, kita menghadap ke atas untuk melihat gimana kondisi merah putih kita di kantor," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved