Berita Jateng
Setelah Dirawat Intensif RSUD Loekmono Hadi, 15 Pasien TBC di Kudus Sembuh
Lima belas pasien tuberkulosis resisten obat (TB-RO) atau tuberculosis multidrug resistant (TB-MDR) yang berobat di Poliklinik
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS – Lima belas pasien tuberkulosis resisten obat (TB-RO) atau tuberculosis multidrug resistant (TB-MDR) yang berobat di Poliklinik TB-MDR RSUD Loekmono Hadi menerima sertifikat sembuh, Rabu (30/3/2022).
Mereka telah berhasil sembuh setelah menjalani proses pengobatan secara intensif.
Bupati Kudus HM Hartopo berserta Ketua TP PKK Kabupaten Kudus menyerahkan sertifikat kepada para pasien sembuh, disaksikan direktur, pejabat struktural, dokter dan para perawat.
Selain sertifikat, diserahkan pula souvenir sebagai ungkapan rasa bahagia dan syukur atas keberhasilan yang tidak lepas dari kerjasama semua pihak, langsung maupun tidak langsung.
Satu di antara mantan pasien TB-MDR yakni Andina asal Pati.
Perempuan paruh baya itu sebelumnya pernah mengalami TBC.
Saat itu sudah dinyatakan sembuh. Tapi belakangan penyakitnya kambuh lagi.
"Kemudian dua tahun lalu divonis paru-paru bocor, tiba-tiba TB-MDR," kata dia.
Selama menjalani pengobatan intensif dua tahun terkahir di RSUD Loekmono Hadi Andina hampir putus asa.
Dia tidak kuat menanggung beratnya proses pengobatan.
Setiap hari dia harus konsumsi 32 kapsul obat dalam sekali waktu.
Baginya itu sangat berat, apalagi dampak dari obat yang dikonsumsinya dia sampai mengalami halusinasi.
Tapi berkat keteguhan hati dan dorongan dari empat anak-anaknya, dilaluilah proses pengobatan itu hingga akhirnya pada 20 Maret lalu dia dinyatakan sembuh.
"Putus asa soalnya efeknya tidak kuat. Efeknya halusinasi terus. Anak-anak jadi penyemangat," tandas dia.
Ibu yang sehari-hari jual baju secara daring itu pun harus hati-hati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/enyerahan-sertifikat-sembuh-TB-MDR-oleh-Bupati-Kudus-HM-Hartopo-kep.jpg)