Berita Batang
Video Warga Denasri Wetan Terharu Rumahnya Dibedah Pemkab Batang
Kunarsih warga Desa Denasri Wetan, Kecamatan Batang tak menyangka rumahnya didatangi tim rehab
Penulis: dina indriani | Editor: restu dwi r
TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Berikut video Warga Denasri Wetan Terharu Rumahnya Dibedah Pemkab Batang.
Kunarsih warga Desa Denasri Wetan, Kecamatan Batang tak menyangka rumahnya didatangi tim rehab rumah tidak layak huni Pemkab Batang.
Tim yang dipimpin oleh Bupati Batang Wihaji, dan Wabup Suyono membawa serta seluruh OPD melakukan gotong royong bedah rumah.
Kunarsih pun tak bisa membendung rasa bahagia dan ekspresi wajah harunya.
Dalam rumah itu, dihuni oleh Kunarsih suami dan dua anaknya.
Kondisi rumahnya pun sangat memprihatinkan, sebagian besar atapnya bocor, dan kayu yang sudah rapuh.
Sebelumnya, Kunarsih dijanjikan oleh Bupati mendapat bantuan rehabilitasi rumah pada saat melakukan kunjungan tilik warga beberapa bulan yang lalu.
"Alhamdulillah, saya sangat maturnuwun dengan bapak-bapak semua yang sudah gotong royong memperbaiki rumah ini, saya tidak menyangka, sekarang rumah sudak lebih layak dan tidak bocor," tutur Kunarsih saat ditemui, Selasa (29/3/2022).
Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan bedah rumah yang dilakukan oleh para kepala kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam rangka hari jadi Kabupaten Batang ke 56 tahun.
Dan memang dilihat kondisinya sudah tidak layak huni, serta kondisi ekonomi yang juga hanya buruh serabutan.
Bantuan tidak hanya itu, rumah Kunarsih juga dibantu perlengkapan rumah seperti tempat kasur dan meja kursinya.
"Kita bantu rehab rumah ini dengan dana patungan dari kepala OPD, dalam pengerjaanya melibatkan kepala OPD, pak kades, insyaallah hari ini rumahnya selesai dan layak huni," tuturnya.
Rehab rumah dengan luasan 38 meter persegi dengan dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur, total anggaranya mencapai sebesar Rp 45 juta.
"Anggaranya Rp 35 juta tapi di luar iuran dari Pak Kades, kalau dihitung dengan meja kursi dan kasur dan lainya bisa capai Rp 45 juta," ujarnya