Berita Kudus

Sembilan SMK Terpilih Mengikuti Magang di SMK Raden Umar Said Kudus‎

Pelajar dan tenaga pendidik dari sembilan SMK terpilih mengikuti magang di SMK Raden Umar Said Kudus.

Penulis: raka f pujangga | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Pelajar dan tenaga pendidik dari sembilan SMK terpilih, mengikuti magang di SMK Raden Umar Said Kudus. 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Pelajar dan tenaga pendidik dari sembilan SMK terpilih mengikuti magang di SMK Raden Umar Said Kudus.

SMK yang terpilih untuk mengikuti program magang di SMK Raden Umar Said Kudus yaitu SMKN 2 Garut, SMKN 11 Semarang, SMKN Darul Ulum Muncar, SMKN 1 Cermee, SMKN 11 Malang, SMKN 1 Delanggu, SMKN 1 Boyolangu, SMKN 1 Buer, serta SMKN 4 Malang.

Kegiatan magang itu diikuti 18 siswa dan 4 guru SMK jurusan animasi.

Selain meningkatkan hard skills, kegiatan magang ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills melalui pekerjaan yang diberikan. 

Misalnya saat peserta magang harus mengerjakan pekerjaan dengan tenggat waktu yang sangat ketat.

Mereka dituntut untuk bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai divisi serta berfikir kritis dan kreatif agar dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi saat menyelesaikan proyek tersebut. 

Menariknya, pekerjaan yang diberikan adalah proyek nyata dari industri, sehingga para peserta magang tidak hanya sekedar 'on the job training' tetapi dapat merasakan budaya industri yang sesungguhnya.

Sebanyak 11 pengajar dari SMK Raden Umar Said Kudus, menjadi tenaga pendamping yang bertanggung jawab untuk dapat meningkatkan keterampilan peserta agar memiliki keterampilan berstandar industri.

Proses peningkatan keterampilan ini dilakukan dengan memberikan pekerjaan disertai tenggat waktu yang ketat namun menghasilkan kualitas yang sama dengan standar industri. 

Meski terlihat sederhana, tetapi banyak peserta yang merasa ini sebuah tantang besar bagi mereka. 

Peserta magang, Erwan Septiyono yang merupakan guru 3D modeling dari SMKN 1 Boyolangu mengatakan, bekerja dengan standar industri belum biasa dilakukan di SMK.

Hal ini merupakan tantangan baginya tetapi ia meyakini bahwa tantangan ini bisa dilewati.

"Ya sebenernya ini cukup sulit karena kami belum terbiasa bekerja layaknya di industri".

"Tapi saya yakin setelah magang ini selesai, saya dan teman-teman bisa menerapkan di SMK masing-masing," tutur Erwan Septiyono, Jumat (1/4/2022). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved