Berita Jateng
Astindo Jateng Gelar Program Kerja di Karimunjawa, Dorong Peningkatan Pariwisata pada 2022
Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jawa Tengah memilih Karimunjawa untuk meningkatkan sektor pariwisata pada tahun 2022 ini.
Penulis: raka f pujangga | Editor: m zaenal arifin
TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jawa Tengah memilih Karimunjawa untuk meningkatkan sektor pariwisata pada tahun 2022 ini.
Astindo menggandeng para stakeholder pariwisata dan transportasi di Jawa Tengah untuk membuat program kerja periode tahun 2022 dengan membuat Karimunjawa lebih dinamis.
Ketua DPD Astindo Jawa Tengah, Dian Dalu Akirta menyampaikan, program kerja ini merupakan rangkaian kegiatan Familiarization Trip mulai 18-20 April 2022 lalu, dengan tema 'Healing-Feeling-Snorkeling'.
"Kegiatan diawali dengan mengadakan dialog kebangkitan pariwisata dengan stakeholder lokal Karimunjawa yang bertempat di bukit Love Karimunjawa," ujar dia, dalam rilisnya, Sabtu (23/4/2022).
Kemudian, acara Hybrid Seminar yang dibuka Plt Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara, Martini M Paham, yang mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Hadir pula Direktur Jendral Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI, Mugen S Sartoto dalam kesempatan itu.
"Selain dihadiri langsung, sebanyak 135 peserta mengikuti kegiatan secara daring yang terdiri dari para pejabat Pemda dan para Travel Agent dari berbagai provinsi di Indonesia yang siap menjual Paket Wisata ke Karimunjawa," ujar dia.
Dalam acara Hybrid Seminar tersebut, menyajikan baik secara live maupun recording mengenai keindahan dan keunikan potensi wisata Karimunjawa yang disampaikan masing-masing penanggungjawab objek.
Sehingga dapat dijadikan referensi destinasi alternatif bagi para wisatawan.
Di antara terdapat Pantai Bobby, pantai ujung gelam, pantai laendra, spot snorkling maer, penangkaran hiu, alun-alun Karimunjawa, bukit love, dan Hotel spazio
Ketua Panitia, Setia Warsina bersama dengan 10 Biro Perjalanan Wisata banyak mendapat acungan jempol dan apresiasi dari berbagai pihak.
"Karena kami dapat mempertemukan hampir semua pejabat lintas instansi pemerintah dari provinsi, kabupaten, kota dan Pulau Karimunjawa sendiri dengan para stakeholder pariwisata," ujarnya.
Diketahui, Astindo yang beranggotakan para travel agent yang berasal dari seluruh Indonesia ini didirikan pada tanggal 10 November 1999.
Pendiriannya saat itu dilaksanakan oleh 25 orang para pemimpin travel agent yang sudah mapan.
Astindo saat ini menjadi asosiasi Departemen Perhubungan karena keberadaannya sangat diperlukan untuk industri pariwisata. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Anggota-Astindo-Jateng.jpg)