Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Slawi

Pekerjaan Perluasan Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal Dimulai

Pembangunan gedung untuk perluasan layanan perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusarda) Kabupaten Tegal resmi dimulai.

Tayang:
Dokumentasi
Staf Ahli Bupati Tegal Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Abdul Apipudin, simbolis meletakkan batu pertama, tanda dimulainya pekerjaan konstruksi perluasan layanan perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusarda) Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Pembangunan gedung untuk perluasan layanan perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusarda) Kabupaten Tegal resmi dimulai. 

Staf Ahli Bupati Tegal Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Abdul Apipudin, berkesempatan meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pekerjaan konstruksi beberapa waktu lalu. 

Mewakili Bupati Tegal, Apipudin menyambut baik pembangunan gedung senilai Rp 2,19 miliar ini. 

Pasalnya, dengan bertambahnya luasan ruang perpustakaan disertai penataan interiornya yang baik semakin menambah daya tarik para pelajar, mahasiswa, maupun publik lainnya untuk datang dan berkunjung.

Baca juga: Nahas, 3 Warga Pemalang Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Gubuk Tani

Hal itu berarti kesempatan untuk meningkatkan minat membaca buku di kalangan masyarakat akan semakin terbuka, di tengah tantangan perkembangan era digital seperti saat ini.

“Di era digital seperti sekarang ini, minat baca masyarakat kita cenderung menurun karena lebih menyukai tayangan audio visual dan membaca secara sekilas, termasuk anak-anak kita yang lebih menyukai bermain gawai pintar ketimbang membaca buku,” ujar Apipudin, dalam rilis, Kamis (7/7/2022). 

Sehingga menurutnya, perlu ada satu usaha besar untuk mendorong kecintaan masyarakat Kabupaten Tegal terhadap buku bacaan dan kebiasaan membaca, dengan harapan akan tumbuh budaya baca, disamping membuka akses buku bacaan berkualitas ke masyarakat.

Apip menuturkan, memiliki minat membaca saja tidaklah cukup karena masih berupa potensi yang belum terwujud. 

Baca juga: Wacana Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan dan Masuk Mall, Ini Kata Ganjar Pranowo

Butuh ketersediaan buku yang lengkap serta ruang baca yang representatif dan nyaman.

Lebih lanjut, Apip mengungkapkan literasi membaca masyarakat Indonesia masih terbilang rendah, di mana dari skala Indeks Alibaca 0-100, untuk dimensi akses dan dimensi budayanya baru mencapai 23,09 poin dan 28,50 poin. Padahal dari segi dimensi kecakapannya cukup tinggi, yakni 75,92 poin. 

Adapun untuk dimensi alternatifnya masih rendah dengan 40,49 poin. Apabila dihitung poin rata-rata, Indeks Alibaca Indonesia baru mencapai 37,32.

Indeks tersebut, sambung Apipudin, berkorelasi positif dengan penelitian Perpustakaan Nasional tahun 2017, di mana frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata 3-4 kali per minggu dengan lama waktu membaca per hari rata-rata hanya 30-59 menit. 

Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Adha, Peminat di Pasar Hewan Kajen Menurun

Adapun jumlah buku yang ditamatkan per tahun rata-rata hanya 5-9 buku.

Untuk itu, dirinya sangat berharap bangunan gedung perpustakaan daerah ini bisa berkembang menjadi episentrum penumbuhan budaya membaca, dan gerakan literasi masyarakat Kabupaten Tegal.

"Saya menitip pesan kepada penyedia jasa konstruksi dan pengawas supaya bekerja sesuai kontrak, dan tidak melakukan praktik kecurangan yang dapat merugikan pemda karena hasilnya tidak sesuai harapan," tegasnya. 

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved