Berita Kajen

Jelang Hari Raya Idul Adha, Peminat di Pasar Hewan Kajen Menurun

Menjelang hari raya Idul Adha, Pasar Hewan yang biasa digelar pada setiap Rabu, di Pasar Hewan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, lesu.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Indra Dwi Purnomo
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan melakukan penyemprotan guna mencegah PMK di Pasar Hewan Kajen. 

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Menjelang hari raya Idul Adha, Pasar Hewan yang biasa digelar pada setiap Rabu, di Pasar Hewan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah lesu.

Transaksi jual beli pun, menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Eko Priyatno, petugas Pasar Hewan Kajen mengatakan, akibat wabah PMK pasar hewan di Kajen peminatnya menurun drastis.

Bahkan hewan yang tiba di Pasar Hewan langsung disemprot antiseptik oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan guna mencegah PMK.

Baca juga: Ditonton Ganjar, Atlet Lompat Jauh Putri Jateng Raih Medali Emas PeSONas

"Untuk pasar hewan Kajen ini walaupun menjelang hari raya, saya amati keramaiannya dibawah standar dan di bawah hari biasa saja."

"Tidak kayak jauh sebelumnya ramai banget, jadi ini standar seperti hari biasa saja."

"Bahkan, kedatangan hewan standar tidak ada lonjakan, jauh dibawah. Hari ini, sekitar dua ratus hewan yang masuk."

"Jika hari biasa sebelum PMK, mencapai 250 ekor lebih. Tahun lalu, menjelang hari raya kurban mencapai jauh di atas itu," kata Eko Priyatno, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Pastikan Sesuai Baku Mutu, DLH Kota Pekalongan Rutin Uji Lab Limbah pada 4 IPAL Komunal

Menurut Eko, salah satu penyebab turunnya pasaran hewan Kajen karena adanya wabah penyakit mulut dan kuku.

"Jadi, para pedagang itu kurang tahu kenapa pasarnya tidak ramai banget, kayak pasaran sebelum hari raya tahun lalu kan ramai banget," ujarnya.

Kemudian, guna mengantisipasi penularan penyakit PMK, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan guna mencegah PMK.

"Jadi, kita bekerjasama dengan dinas peternakan dan pertanian mengantisipasinya begitu hewan datang, sebelum hewan turun dari mobil kita cek, terus turun kita semprot dengan antiseptik, untuk antisipasi wabah PMK di sini," imbuhnya.

Adanya wabah PMK, dikeluhkan para pedagang yang ditahun ini mengalami penurunan penjualan cukup drastis.

Baca juga: Diduga Cyber Crime, 9 Nama Calon Peserta Didik Baru Mendadak Hilang Jelang Pengumuman PPDB

Ainun Najib (38) pedagang sapi asli Doro, Kabupaten Pekalongan mengatakan, di tahun ini mengalami penurunan penjualan cukup drastis akibat wabah PMK.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved