Kamis, 23 April 2026

Berita Slawi

Ini Pesan Bupati Tegal Umi Azizah di Momen Idul Adha

Berbeda dari tahun lalu, pada momen Idul Adha atau hari raya kurban 1443 hijriyah/2022 kali ini, Masjid Agung Kabupaten

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/Desta Leila Kartika
Warga sedang melaksanakan salat Idul Adha di halaman Masjid Agung Kabupaten Tegal, Minggu (10/7/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Berbeda dari tahun lalu, pada momen Idul Adha atau hari raya kurban 1443 hijriyah/2022 kali ini, Masjid Agung Kabupaten Tegal melaksanakan salat berjamaah, Minggu (10/7/2022) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. 


Masyarakat antusias melaksanakan salat Idul Adha, hal ini terlihat karena mereka sudah mendatangi masjid sejak pukul 06.00 WIB. 


Selain itu, pada Idul Adha kali ini, Bupati Tegal, Umi Azizah, juga melaksanakan salat di Masjid Agung Kabupaten Tegal. 


Sebelum salat dimulai, Bupati Umi sempat memberikan sambutan membahas mengenai makna dari hari raya kurban itu sendiri, termasuk pesan untuk warga Kabupaten Tegal. 


Sementara berlaku sebagai khatib dan imam yaitu KH Kurtubi Abdullah, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PBNU Jawa Barat. 


Dalam sambutannya, Bupati Tegal Umi Azizah, menyampaikan salah satu esensi perayaan hari raya Idul Adha adalah penyegaran ingatan atas komitmen dan sikap Nabi Ibrahim as dalam melaksanakan perintah Ilahi. 


Keimanannya tidak berhenti sebatas keyakinan semata, melainkan ia hadirkan dalam kehidupan nyata saat diperintah Tuhan untuk menjadikan Ismail, putra kesayangannya sebagai kurban. 


Seketika pula Allah mengganti kepasrahan total pengurbanan dan pengorbanan yang telah dilakukan Ibrahim ini dengan seekor domba.


Ketetapan hati Ibrahim untuk membuang, mengeliminasi egoisme dirinya dan adanya ”campur tangan” Tuhan dalam peristiwa kurban inilah yang kemudian melabuhkan nilai-nilai kemanusiaan universal dan fundamental, bahwa dimana dan sampai kapan pun, manusia tidak boleh dijadikan kurban, bahkan untuk sang penciptanya sekalipun.


Substansi nilai dibalik perjuangan Ibrahim inilah yang kiranya penting untuk dihadirkan dalam konteks kekinian, di tengah upaya besar bangsa memulihkan kondisi perekonomian nasional, beradaptasi dengan perkembangan ekonomi global yang sedang dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. 


Tantangan yang dimaksud seperti krisis energi dan pangan, serta merosotnya nilai tukar ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Sri Lanka yang saat ini tengah menghadapi krisis terhebatnya.


"Untuk itu, spirit berkurban harus senantiasa kita jaga, kita hadirkan dan tumbuhkan dalam kehidupan bermasyarakat di tanah air.

Bangsa ini mengundang jiwa-jiwa besar yang mau berkorban, tidak saja untuk berkurban tapi juga memperluas zona kepedulian sosial dan perhatiannya pada lingkungan," ujar Umi, pada Tribunjateng.com, Minggu (10/7/2022). 


Dalam beragama, lanjut Umi, semuanya harus tulus dan autentik sebagaimana yang diperintahkan Allah dan diajarkan rasulullah. 


Jangan sampai karena kedudukan, karena jabatan kemudian orang mukmin menyembah, memuji, dan mengagungkan kekuasaan dan penguasa, mengorbankan orang lain dan keimanannya. 

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved