Hukum dan Kriminal

Belajar dari Internet, Pasutri Ini Cetak Uang Palsu Sejak 2021, Diedarkan Hingga Luar Jateng

Pasangan suami istri (Pasutri) memproduksi dan mengedarkan uang palsu di wilayah Kabupaten Temanggung.

TribunPantura.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi tunjukan barang bukti hasil pengungkapan kasus menonjol selama bulan Juli 2022, Selasa (2/8/2022). Satu diantaranya barang bukti uang palsu yang dicetak dan diedarkan oleh Pasutri. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Pasangan suami istri (Pasutri) memproduksi dan mengedarkan uang palsu di wilayah Kabupaten Temanggung.

Pelaku diketahui bernama Aan Prasetiawan dibantu istrinya bernama Ina Sukmawati.

Pasutri tersebut mengedarkan uang palsu dibantu tersangka Adiyitia Aji (32) dan Nurfina Marwadah.

Aan mengaku mencetak uang palsu dilakukan sejak bulan September 2021.

Dirinya belajar membuat uang palsu secara otodidak.

"Saya belajar dari internet, dan youtube," tuturnya saat dihadirkan pada rilis ungkap kasus menonjol bulan Juli 2021 di Loby Mapolda Jateng, Selasa (2/8/2022).

Menurutnya, kertas untuk membuat uang palsu tersebut dibelinya di toko buku.

Jenis kertas yang digunakan adalah NPR.

"Kemudian dicetak hasilnya hampir mirip," tutur dia.

Dirinya mengaku menjual uang palsu tersebut 1 banding 3. Setiap uang palsu 3 juta dijual seharga Rp 1 juta.

"Uang palsu itu sudah dijual sekitar 90 juta dan keuntungan saya Rp 30 juta. Uang itu dijual melalui online dan dikirim lewat ekspedisi," jelasnya.

Sementara itu tersangka Nurfina mengaku membeli uang tersebut di Kediri.

Uang itu dibeli dari Aan.

"Saya beli uangnya di Kediri. Saya bukan membuat uang," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved