Berita Semarang

Hadapi Kurikulum Merdeka, Upgris Adakan Pelatihan Bagi Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa

Dosen diharapkan mampu melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses belajar mengajarnya dalam kurikulum tersebut.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Amanda Rizqyana
Selaku Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Sri Suciati, M.Hum. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kurikulum Merdeka yang mulai berkembang pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) meminta dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa program studi (prodi) kependidikan untuk keluar dari zona nyaman.

Kurikulum baru yang akan diimplementasikan tak lagi sekadar pemaparan materi di dalam kelas oleh dosen tapi juga melibatkan mahasiswa.

Dosen diharapkan mampu melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses belajar mengajarnya dalam kurikulum tersebut.

Disampaikan oleh Dr. Sri Suciati, M.Hum., selaku Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bahwa tantangan yang dihadapi dosen untuk menghadapi dan mengimplementasikan kurikulum tidaklah mudah.

Baca juga: BLT BBM dan Sembako di Pati Dicairkan Bersamaan, Penerima Dapat Rp 500 Ribu, Ini Rinciannya

Para dosen dituntut mampu membuka ruang diskusi secara optimal bagi mahasiswa, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

"Selama ini para dosen memang sudah sangat aman dengan zona nyamannya. Mereka memang harus berusaha keras, termasuk berkolaborasi dengan dunia industri," ujar Dr. Suci.

Ia menyatakan, maka dari itu pihaknya mengadakan kegiatan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education-Merdeka Belajar Kampus Merdeka (OBE-MBKM) dan Best Practice Pengelolaan Kurikulum UPGRIS.

Kegiatan diadakan di Kampus UPGRIS Karangtengah Kota Semarang pada Senin (29/8/2022) pada masing-masing program studi (prodi) juga memiliki tantangan yang tak sama.

Baca juga: Viral, Pemuda Asal Pekalongan Jadi Korban Pembegalan di Kota Tegal, Gerombolan Pelaku Pakai 7 Motor

Meski demikian, pihaknya yakin akan mampu mengimplementasikan kurikulum baru ini dengan baik dengan segala kesiapan sumber daya manusia (sdm) yang dimilikinya.

Dr. Suci menyatakan komitmen UPGRIS akan membentuk center of excellent atau pusat keunggulan di masing-masing prodi, sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pelaksanaan kurikulum ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved