Sabtu, 16 Mei 2026

Suharso Monoarfa Dicopot

Pencopotan Suharso Monoarfa, Ketua DPC PPP Blora: Itu Urusan Elite Politik Kelas Nasional

Terkait diberhentikannya Suharso Monoarfa dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berikut respon dari pengurus di daerah.

Tayang:
Penulis: ahmad mustakim | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Ketua DPC PPP Blora, M. Ahmad Faishol. 

TRIBUNPANTURA.COM, BLORA – Terkait diberhentikannya Suharso Monoarfa dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berikut respon dari pengurus di daerah.

Ketua DPC PPP Blora, M. Ahmad Faishol mengungkapkan dirinya mengalir sesuai mekanisme partai.

"Terkait itu, saya belum bisa menanggapi, kami hanya sandal jepit, itu urusan elite politik kelas nasional," ucap M. Ahmad Faishol, Kamis 8 September 2022.

Faishol yakin DPP PPP akan menyelesaikan persoalan ini dengan cepat.

Baca juga: Kecelakaan Pria Tabrak Pohon dan Pagar di Jalan Kudus-Pati, Korban Meninggal di Tempat

"Yang saya tahu dari media-media, akan ada upaya perbaikan keadaan, banyak yang akan membantu menyelamatkan perjuangan partainya Mbah Moen ini di 2024," ujarnya.

"Karena soal mekanisme dikembalikan pada para pejabat elite partai, bukan kelas saya," tandasnya.

Dirinya menegaskan, DPC di daerah hanya akan menghormati dan mengikuti keputusan DPP, apapun itu.

"Yang kami tau dari media-media terkait Ketum Suharso Monoarfa ini oleh Mukernas Serang yang telah terjadi diminta fokus Menteri Bappenas dan menjadi Dewan pertimbangan di PPP," jelasnya.

Baca juga: Kombes Pol Edy Suranta Pimpin Langsung Bakti Sosial Pembagian Paket Sembako Warga Kurang Mampu

"Intinya, kedua belah pihak sadar betul bagaimana pentingnya memperjuangkan partai ini. Hanya perbedaan pandangan soal AD/ART ini kemudian muncul sebagai ekses," lanjutnya.

Pihaknya akan lebih berkonsentrasi menjelang pemilu 2024.

Pihaknya optimis PPP Blora tetap sesuai target.

"Kita sudah mukercab, menyatakan solid apapun rintangan yang muncul di depan, membawa hasil tersebut. Saya yakin tidak berimbas di daerah. Kita optimis tetap mencapai target 7 kursi," terangnya.

Diungkapkannya, secara nasional sesuai Lembaga Survei Indonesia, PPP diprediksi masih diangka 4,2 persen di September 2022 ini.

Baca juga: Harga Emas Antam Semarang Hari Ini Jumat 9 September 2022 Turun Rp 3.000 per Gram

"Pada 2019 PPP hanya mendapatkan kursi 3,3 persen, suaranya 4,52 persen. Banyak suara partai yang tidak menjadi kursi, contohnya bojonegoro-Tuban, bahkan saya kemarin diminta maju untuk ikut menyumbang suara di DPR RI dapil Tuban Bojonegoro oleh Mas Deni Caleg DPR RI PPP 2019 Dapil Tuban-Bojonegoro," paparnya.

Diketahui sebelumnya, pemberhentian Suharso merupakan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP yang dihadiri pimpinan wilayah 29 provinsi, Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, Majelis Pertimbangan, banom, serta pimpinan DPP PPP.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved