Bisnis dan Keuangan

Jateng Diprediksi Akan Alami Lonjakan Inflasi Hingga 1 Persen di Akhir Tahun, Ini Penyebabnya

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diperkirakan dapat memicu lonjakan angka inflasi di Jawa Tengah hingga 1 persen.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Idayatul Rohmah
Lalu lalang kendaran di jalan pantura Demak-Semarang, kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diperkirakan dapat memicu lonjakan angka inflasi di Jawa Tengah hingga 1 persen.

Sehingga, diproyeksikan akhir tahun 2022 ini inflasi Jateng bisa mencapai kisaran 5-6 persen.

Dikatakan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M Firdauz Muttaqin, lonjakan inflasi yang diprediksi akan terjadi ini didorong adanya kenaikan ongkos angkut atau transportasi.

Hal itu turut memberikan pengaruh pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan pangan lainnya.

Baca juga: Haornas 2022, Walikota Dedy Yon Sebut Tegal Punya Potensi Besar Cetak Atlet Berprestasi

"Harga BBM sendiri berdampak ke transportasi, kebutuhan pokok, dan pangan lainnya.

"(Dengan kenaikan tersebut) prediksi kenaikan inflasi bisa sekitar 1 persen," kata Firdauz, kemarin.

Firdauz lebih lanjut memaparkan, dalam upaya pengendalian inflasi di Jawa Tengah BI Jateng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah akan melakukan upaya pengendalian inflasi.

Disebutkan, BI Jateng dalam hal ini akan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk mengadakan pasar murah.

Baca juga: Menit-menit Terciptanya Gol Hattrick Winger PSIS saat Lawan Persikabo di Laga Lanjutan BRI Liga 1

"Ada juga operasi pasar. Seperti beberapa waktu lalu juga pernah terjadi kenaikan harga cabai dan bawang merah, Pemprov Jateng bersama 6 kabupaten/kota melakukan operasi pasar, di antaranya adalah dengan memberikan subsidi transportasi."

"Jadi harganya lebih murah dan subsidi harga," terang Firdauz.

Di sisi itu Firdauz menambahkan, pasar murah juga dilakukan BI Jateng di antaranya melalui program "Sembako Sewu".

Seperti kali ini, program sembako sewu disertakan dalam kegiatan sosialisasi mengenai Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah) kepada anggota TP PKK Kota Semarang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KPwBI Jateng), kemarin.

Baca juga: Temuan Mayat Terbakar Diduga Pegawai Bapenda Kota Semarang, Begini Respon Istri Iwan Budi

Adapun dalam hal ini BI Jateng juga menggelar Tebus Murah Sembako Rp 1.000 melalui program tersebut.

"Seperti kita tahu bahwa harga BBM naik, ibu-ibu kesulitan. Kami membantu, salah satunya belanja dengan Rp 1.000 sehingga harga ini bisa terjangkau."

"Kami harapkan (pasar murah) ini juga bisa diikuti Pemda lainnya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved