Berita Jateng

Waspada, Fenomena Hujan Es Berpotensi Terjadi di Solo Raya

Fenomena hujan es berpotensi terjadi di wilayah lain meliputi Solo Raya, Jawa Tengah bagian selatan, pantura tengah dan timur.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Hujan es guyur wilayah perbatasan Semarang-Kendal meliputi di Podorejo Ngaliyan, dan Kaliwungu Kendal, Jumat (23/9/2022) malam. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Hujan es baru saja terjadi di wilayah Kota Semarang dan Kendal.

Fenomena tersebut masih berpotensi terjadi di wilayah lain meliputi Solo Raya, Jawa Tengah bagian selatan, pantura tengah dan timur.

"Iya fenomena tersebut masih berpotensi terjadi di daerah lain."

"Seperti di Sragen, Klaten, sebagian Solo Raya, Jateng bagian selatan dan timur," terang Kordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang, Giyarto, Sabtu (24/9/2022).

Ia menyebut, hujan es adalah fenomena biasa yang sering terjadi di masa pancaroba atau peralihan musim.

Baca juga: Persijap Jepara Tekuk Bekasi City Lewat Gol Semata Wayang Qischil, Ini Klasemen Sementara

Sebab, pada masa tersebut berpotensi memunculkan awan cumulonimbus yang sangat tinggi.

Awan tersebut muncul dipicu kondisi pancaroba yang cuaca cukup panas dengan tingkat konfeknya tinggi sehingga membuat awan menjulang besar.

Di dalam awan terdapat petir dan angin. Selain itu, ada kristal es yang bisa turun menjadi hujan es apabila tinggi dasar awan sangat rendah. 

"Dalam arti secara normal, masing-masing wilayah berbeda, tapi karena awan itu rendah, kemudian biasanya awan warnanya hitam sekali, jadi tak sempat mencair dan jauh ke tanah," terangnya.

Baca juga: KAI Daop 4 Semarang Lakukan Perbaikan Jalur Rel di Sembilan Titik Perlintasan Sebidang di Pekalongan

Menurut BMKG, dalam analisis sementara citra satelit himawari pada pukul 19.00-20.30 WIB menunjukan adanya pertumbuhan awan konvektif (cumulonimbus) dengan suhu puncak awan terendah mencapai kisaran (-80) – (-100) °C.

Menyikapi fenomena tersebut, BMKG pun mengimbau kepada masyarakat dan instansi yang terkait agar tetap waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan kilat atau petir dan angin kencang serta hujan es pada akhir bulan September 2022.

Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir, agar tetap waspada. 

Termasuk pada kejadian hujan dengan intensitas lebat yang terjadi secara tiba - tiba dengan durasi lebih dari satu jam.

Diberitakan sebelumnya, hujan es guyur wilayah perbatasan Semarang-Kendal, Jumat (23/9/2022) sekira pukul 19.30 WIB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved