Berita Pekalongan

Per Hari, Sampah di Sungai Loji Kota Pekalongan Capai 8 Meter Kubik, DLH Imbau Begini

Setiap harinya paling sedikit 8 meter kubik atau sampai dengan dua kontainer sampah yang diambil dari sungai untuk diangkut ke TPA.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Tim jogo kali Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan rutin membersihkan sampah di Sungai Loji. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Setiap harinya tim Jogo Kali Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan rutin membersihkan sampah di Sungai Loji.

Setiap harinya paling sedikit 8 meter kubik atau sampai dengan dua kontainer sampah yang diambil dari sungai untuk diangkut ke TPA.

Kepala Bidang Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Pekalongan, Eni Purwanti mengungkapkan, tim jogo kali DLH Kota Pekalongan yang bertugas untuk membersihkan sungai Loji.

Setiap harinya mereka mengambil sampah yang sudah dijaring di sungai Loji kemudian dimasukkan ke kontainer dan dibawa ke TPA. 

Baca juga: UPDATE: Korban Ledakan Alami Luka Bakar 70 Persen, Terancam Kena Sanksi

"Jumlahnya ada 19 orang khusus untuk Jogo Kali, jumlah ini di luar kegiatan pengambilan sampah yang lainnya. Mereka khusus membersihkan sungai Loji," kata Kepala Bidang Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Pekalongan, Eni Purwanti, Senin (26/9/2022).

Disebutkan Eni, sampah setiap hari paling sedikit 8 meter kubik atau satu kontainer pasti penuh bahkan sampai kadang sampai dua kontainer.

Sampah tersebut bisa dalam bentuk eceng gondok, tanaman gulma, atau sampah padat yang mengapung di air.

"Kami berharap masyarakat dapat membantu kami bersama-sama menjaga sungai di Kota Pekalongan. Sungai, kita sudah tercemar dengan limbah cair jangan ditambah lagi dengan pembuangan sampah padat di sungai," imbuhnya.

Baca juga: Kepala Desa Se-Jateng Ikuti Bimtek Program Desa Anti Korupsi dari KPK

Eni menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas lainnya untuk membuang sampah dan jangan buang sampah di sungai.

"Sungai kalau tidak kita jaring sampahnya akan sampai ke laut dan itu sangat berbahaya. Sampah yang masuk ke laut kemudian dimakan biota laut akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar lagi," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved