Senin, 18 Mei 2026

Berita Jateng

Petani di Karangrowo Kudus Uji Coba Teknologi Rice Transplanter

Para petani di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus mulai menjajal teknologi Rice

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Petani di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus mulai menjajal teknologi Rice Transplanter atau mesin penanam padi, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Para petani di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus mulai menjajal teknologi Rice Transplanter atau mesin penanam padi.

Tahap pertama, ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) setempat mengawalinya dengan uji coba alat bantu pertanian di atas lahan seluas 6 hektare, dan rencananya bakal diikuti petani-petani lainnya. 


Hal ini dilakukan oleh petani Karangrowo karena merasa kesulitan dalam mendapatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian, bahkan harus mengantre hingga berminggu-minggu.

Sementara petani harus berkejar dengan waktu tanam agar bisa panen maksimal setiap tahunnya.


Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Undaan, M Ali Hamidy mengatakan, ada sekitar 14 ribu petani tersebar di 16 desa yang ada di Kecamatan Undaan.

Sementara luas lahan pertaniannya mencakup 5.800 hektare.


Dia menyebut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi pemanfaatan teknologi pembantu pertanian kepada 16 Gapoktan yang ada di Kecamatan Undaan.

Utamanya menyasar petani di Desa Karangrowo yang memiliki lahan pertanian cukup luas mencapai 900 hektare.


"Petani Karangrowo meresponnya untuk mengatasi permasalahan SDM.

Di desa tersebut, kabarnya harus sampai mengantre untuk mendapatkan tenaga penggarap sawah, jadi susah.

Sehingga perlu bantuan alat," terangnya, Selasa (27/9/2022).


Dia pun mendorong para petani Kudus, untuk bisa memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pertanian.

Satu di antaranya menggunakan mesin penanam padi disebut Rice Transplanter.


Ali menyebut, keunggulan mesin ini bisa mempercepat proses penanaman.

Dari segi efisiensi waktu karena bibit yang ditanam dengan menggunakan mesin harus berusia lebih muda sekitar 6 hari dari usia bibit pada umumnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved