Berita Jateng
Petani di Karangrowo Kudus Uji Coba Teknologi Rice Transplanter
Para petani di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus mulai menjajal teknologi Rice
Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
Selain itu, lanjut dia, menanam padi dengan alat bantu tanam bisa menghemat tenaga, waktu, dan biaya produksi hingga 10-15 persen.
Misalnya, pada umumnya membutuhkan 5 tenaga, cukup dilakukan dua orang saja.
"Alat tersebut bisa mendukung efisiensi waktu, dalam sehari bisa menanam di atas lahan 1 hektare, biaya produksi juga bisa ditekan.
Yang jelas, sebagai solusi atas sulitnya tenaga di bidang pertanian," ujarnya.
Menurutnya, mesin penanam padi ini baru pertama kali diperkenalkan di Desa Karangrowo.
Pihaknya menggandeng pihak ketiga dari perusahaan swasta agar bisa membantu para petani.
Kata Ali, petani hanya butuh merencanakannya dengan baik, minimal sebulan sebelum masa tanam tiba, untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Mulai dari persiapan bibit padi, hingga persiapan lahan bercocok tanam.
"Harapan kami, mesin ini bisa dipakai lebih luas untuk memodernisasi pertanian, yang jelas dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian," harapnya.
Pihaknya juga mulai mengenalkan drone pertanian sebagai alat bantu penyemprotan dekomposer untuk penggemburan tanah dan cairan pestisida.
Ali juga mendorong penuh optimalisasi traktor dan alat bantu pemanen padi, supaya pekerjaan petani lebih ringan dan efisien.
"Untuk pemanfaatan alat panen padi, di Undaan sudah 90 persen memakainya, karena untuk efisiensi waktu.
Kami harap, ke depan pertanian di Kabupaten Kudus lebih modern dengan mamaksimalkan mekanisasi," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Petani-di-Desa-Karangrowo-Kecamatan-Undaan-Kabupaten-Kudu.jpg)