Rabu, 3 Juni 2026

Berita Semarang

Hujan Lebat Guyur Kota Semarang Akibatkan Tanah Longsor dan Banjir, Ini Lokasinya

Hujan dengan insensitas lebat dan disertai angin kencang menguyur Kota Semarang pada Jumat (4/11/2022) sore.

Tayang:
TribunPantura.com/Muhammad Fajar Syafiq Aufa
Anggota Brimob berada di genangan air saat mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Pantura Semarang-Kendal. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Hujan dengan insensitas lebat dan disertai angin kencang menguyur Kota Semarang pada Jumat (4/11/2022) sore.

Mengakibat sejumlah bercana di antaranya tanah longsor, banjir hingga atap bangunan rumah warga roboh.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Winarsono mengatakan, lokasi bencana tanah longsor berada di Jalan Srinindito RT 6 RW 3 Kelurahan Ngemplak Simongan.

"Tanah lonsor itu menimpa atap rumah pada bagian belakang, yang rusak atapnya," ujarnya.

Sedangkan mengenai bencana robohnya atap rumah warga, berada di Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Banyumanik.

Baca juga: Satlantas Polres Tegal Gelar Patroli Simpatik dan Bagi-bagi Paket Sembako ke Masyarakat

"Atap rumah pak Muhammad Sobirin Jalan Srondol Kulon RT 1/ RW 7 Kelurahan Srondol Kulon dan Atap rumah bu Munasiroh rusak dikarenakan tertimpa reruntuham genteng dari SD Wates 2. Alamat RT 7 RW 2 Kelurahan Wates," ungkapnya.

Sementara untuk bencana banjir, disebabkan oleh air limpasan dari sungai ada di tiga Kecamatan, yaitu Tembalang, Tugu dan Ngaliyan.

"Limpasan Kali Bajak mengakibatkan genangan di wilayah kelurahan pedalangan kecamatan tembalang, update pukul 16.30 sudah surut," lanjutnya.

"Jalan raya depan Sango sampai depan Kelurahan Wonosari digenangi air dengan ketinggian kurang lebih 30 cm di akibatkan karena gorong-gorong tidak berjalan dan menyebabkan air meluber ke jalanan. Update terkini pada pukul 17.00 WIB, air genangan sudah mulai berangsur surut," imbuhnya.

Baca juga: Antisipasi Varian Baru Covid-19, Gubernur Ganjar Imbau Masyarakat Tidak Sepelekan Prokes

"Limpasan DAS Plumbon pada pukul 15.30 berdampak di RW 1 dan 2 Kelurahan Mangkang Kulon. update pukul 17.40 sudah surut," lanjutnya.

Dalam peristiwa ini, Winarsono mengatakan, tidak ada korban jiwa.

"Kendala kejadian rata-rata di malam hari yang menyebabkan minimnya penerangan," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved