Rabu, 15 April 2026

Berita Jateng

Waspada, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Bakal Melanda Jateng Saat Natal dan Tahun Baru

BMKG memprediksi Jawa Tengah bakal diguyur hujan lebat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) atau 25 Desember sampai 1 Januari 2023.

TribunPantura.com/Pingky Setiyo Anggraeni
Ilustrasi - bencana banjir di wilayah Kabupaten Cilacap akibat cuaca ekstrem. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jawa Tengah bakal diguyur hujan lebat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) atau 25 Desember sampai 1 Januari 2023.

Hal itu disampaikan Kepala BMKG Indonesia Dwikorita Karnawati saat memimpin konferensi pers melalui zoom meeting tentang "Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru 2023" pada Selasa (20/12/2022) malam.

Hasil pantauan BMKG, potensi cuaca siaga dan hujan lebat yang bakal terjadi dipengaruhi oleh dinamika kondisi atmosfer di sejumlah daerah.

Mengenai potensi awan kumulonimbus di wilayah udara Jateng kaitannya dengan jalur penerbangan, kata dia, memiliki presentase cakupan spasial lebih dari 75 persen selama 7 hari ke depan.

"Dari tanggal 21-27 Desember 2022," kata Dwikorita dalam konferensi pers.

Sementara, untuk potensi gelombang laut di wilayah perairan Jateng pada 23-27 Desember 2022 diprediksi setinggi 4-6 meter. 

"Ketinggian gelombang ini perlu diwaspadai," lanjutnya.

Ia menambahkan, potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat perlu diwaspadai oleh beberapa wilayah di 11 provinsi yakni, Banten, Jabar, Yogyakarta, Jatim, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Maluku. 

"Bahkan dikawatirkan dapat menjadi ekstrem," jelasnya.

Pada periode yang sama, 9 provinsi lain yakni Aceh, Lampung, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Menurut BMKG, adanya cuaca ekstrem tersebut tak lepas dari terjadinya empat fenomena alam secara bersamaan yang perlu diwaspadai masyarakat saat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Fenomena pertama adalah peningkatan aktivitas Monsun Asia yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.

Fenomena kedua, intensifikasi atau semakin intensifnya fenomena Seruakan Dingin Asia yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Selain itu, juga bisa meningkatkan pembentukan awan-awan hujan menjadi lebih intensif yang berpotensi terjadi di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.

Fenomena ketiga, adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang dikhawatirkan dapat mencapai ekstrem.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved