Berita Jateng
Tim BPBD dan PMI Kudus Evakuasi Warga Kudus Pengidap Strok saat Rumahnya Dikepung Banjir
Seorang warga di RT 1 RW 2 Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus harus dievakuasi dari rumahnya
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Seorang warga di RT 1 RW 2 Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus harus dievakuasi dari rumahnya oleh petugas medis dan relawan.
Sebab, warga bernama Daryatin (57) mengalami strok dan sekeliling rumahnya kebanjiran.
Daryatin sudah tiga tahun ini mengidap strok. Dia tak lagi mampu berdiri, apalagi berjalan menyelematkan diri dari genangan air yang kian meninggi. Sampai pada Minggu (1/1/2023) siang, ketinggian banjir di sekeliling rumah Daryatin mencapai 1 meter lebih. Banjir di Temulus ini sudah terjadi sudah tiga hari. Setiap hari genangan banjir mengalami ketinggian.
Kondisi Daryatin yang hanya bisa terbaring di tempat tidur membuat istrinya Satini Nikmah (63) bingung. Dia tidak kuasa kalau harus mengangkat sang suami dan membawa ke tempat yang lebih kering dan aman dari banjir.
"Saran anak-anak juga harus membawa bapak ke tempat yang lebih kering, karena kondisi air semakin meninggi," kata Satini gugup.
Satini pun akhirnya keluar rumah menerjang genangan air yang tingginya nyaris sedada orang dewasa yang juga masih tetangganya. Dia mengadukan kondisi suaminya pada perangkat desa. Rupanya perangkat desa tidak berada di rumah, dia sedang berada di balai desa. Alhasil, Satini pun mengadukan kondisi suaminya pada relawan PMI Kudus yang saat itu ditemuinya di jalan.
Tidak berselang lama akhirnya relawan BPBD Kudus dan PMI Kudus datang menjemput. Dengan perahu karet, Daryatin dan Satini dibawa keluar rumah menerjang banjir. Di jalan desa sudah siap ambulans milik Puskesmas Mejobo untuk membawa Daryatin ke pengungsian di SD 1 Temulus.
Kepala Puskesmas Mejobo, Emy Ruyanah, mengatakan, warga yang dievakuasi tersebut akan tetap dipantau setiap hari kondisi kesehatannya. Jika memang harus dirujuk, pihaknya siap untuk itu.
"Obat sudah siap dari kemarin untuk warga di daerahnya yang mengungsi," kata Emy.
Evakuasi warga sakit korban banjir tidak hahya kali ini. Semalam, kata Emy, pihaknya juga mengevakuasi warga korban banjir Desa Temulus. Hanya saja dia dibawa ke rumah keluarganya yang lebih aman.
"Yang warga dievakuasi semalam tidak mau ke pengungsian. Dia memilih rumah keluarganya," katanya.
Banjir di Desa Temulus ini rata-rata ketinggiannya 1 meter. Ada 3 RW yang tergenang. Yakni RW 1 ada 7 RT, RW 2 ada 5 RT yang tergenang, dan RW 3 ada 3 RT yang tergenang.
Terhitung ada sekitar 1.800 keluarga yabg terdampak banjir. Kebanyakan mereka enggan mengungsi di SD 1 Temulus yang disediakan pemerintah desa untuk korban banjir.
"Kebanyakan memilih pindah ke rumah kerabatnya yang lebih aman," kata Kepala Desa Temulus, Suharto.
Banjir di Temulus, kata Suharto, karena ada satu titik tanggul Sungai Dawe yang jebol. Selain itu, ada limpasan air dari sungaj yang sama sepanjang 100 meter karena debit air melebihi tanggul sungai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/elawan-BPBD-dan-PMI-Kudus-saat-mengevakuasi-Darya.jpg)