Berita Jateng
Makanan yang Diduga Sebabkan 26 Siswa SD 2 Mejobo Kudus Keracunan Dibawa ke Laboratorium
Sampel makanan yang diduga mengakibatkan 26 siswa SD 2 Mejobo mengalami keracunan dibawa
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Sampel makanan yang diduga mengakibatkan 26 siswa SD 2 Mejobo mengalami keracunan dibawa ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Adapun sampel yang dibawa diantaranya, bahan makanan, makanan jadi, dan muntahan siswa usai menyantap makanan tersebut.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Darsono, Selasa (14/2/2023).
"Makanan yang diduga menyebabkan anak-anak keracunan yakni Jasuke (Jagung Serut Keju) dan Maklor (makaroni telor) sekaligus muntahan siswa sedang dibawah ke laboratorium di Semarang," ucapnya.
Untuk hasil sampel tersebut diprediksi akan selesai lima hingga tujuh hari.
Usai hasilnya keluar, nantinya akan diketahui bahan pada makanan apa yang menyebabkan 26 anak mengalami mual, pusing, dan lemas.
"Itu mungkin juga bisa dari bakteri, ataupun dari bahan makanan yang bisa saja tidak layak dikonsumsi. Untuk itu perlu dilakukan uji laboratorium," katanya.
Dirinya juga mengimbau kepada para orang tua murid, untuk sebaiknya membawakan bekal kepada anak-anak, lantaran kebersihan dan kesehatan makanan terjamin.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 26 siswa siswa SDN 2 Mejobo, Kabupaten Kudus mengalami pusing, muntah dan lemas.
Siswa tersebut diduga keracunan akibat memakan jajanan yang dibeli dari pedagang kaki lima (PKL) sekitaran SDN 2 Mejobo.
Dari 26siswa tersebut, sepuluhnya harus dilarikan ke Puskesmas Jepang untuk mendapatkan perawatan.
"Awalnya itu saat upacara, anak-anak terlihat pucat kami kira sakit biasa setelah upacara dua siswa kelas II yang muntah-muntah dan berlanjut kepada siswa lainnya," jelas Kepala Sekolah SD 2 Negeri Mejobo Kudus, Sri Suanti, Senin (13/2/2023).
Dari muntahan tersebut, terlihat makaroni dan jagung yang tidak tercerna sempurna oleh tubuh anak-anak.
Jajanan tersebut yakni makaroni telor (maklor) dan jagung serut keju (jasuke) yang dijual oleh pedagang sekitaran sekolah.
"Kami tanyakan, anak-anak yang tiba-tiba sakit kompak menjawab jajannya sama. Untuk pertolongan pertama kami beri anak-anak air kelapa dan susu," jelasnya.
Rata-rata anak yang memakan jajanan maklor dan jasuke belum sempat sarapan, sehingga membeli jajanan dari PKL untuk mengisi perutnya.
Sepuluh anak yang keracunan tersebut sudah diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya mulai membaik.
Rapat TIMPORA Kendal: Pengawasan WNA Profesional untuk Investasi Berkelanjutan |
![]() |
---|
Menarik, Pejabat Utama Kejati Jateng Turun Langsung Jadi Petugas Upacara HUT ke-80 RI |
![]() |
---|
Tekankan Spirit Kritisisme, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Ajak Mahasiswa Koreksi Program Pemerintah |
![]() |
---|
Ekonomi Jateng Meningkat Signifikan, Mohammad Saleh Minta Pemprov Pertahankan Kerja Kolaboratif |
![]() |
---|
Dewan Sahkan APBD Perubahan Jateng 2025, Mohammad Saleh Dorong Peningkatan Layanan Dasar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.