Berita Batang

Lagi, Guru Ngaji di Batang Sodomi Belasan Anak, Korban Diajak Menginap dan Diajari Salat Tahajud

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh guru ngaji di Kabupaten Batang kembali terjadi.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
Tribunpantura.com/Dina Indriani
Pelaku Pencabulan Tachyat saat mengungkapkan kronologi dan modus yang dilakukan saat konferensi pers di Mapolres Batang, Kamis (4/5/2023). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Kasus pencabulan yang dilakukan oleh guru ngaji di Kabupaten Batang kembali terjadi.

Kali ini kasus tersebut terjadi di Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal.

Pelaku adalah Tachyat Subagio, (44) yang telah menyodomi 13 murid laki-laki.

Korbannya saat ini telah berusia 15 hingga 22 tahun, aksi bejat tersebut dilakukan pelaku sejak 2017 hingga sekarang.

Pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengajak korbannya menginap dan akan diajari salat tahajud.

Saat menginap, korban diminta memijat pelaku, hingga mengarahkan tangannya ke kemaluan pelaku.

Setelah itu aksi pencabulan dan sodomi dilakukan, semua lokasi dilakukan di rumah pelaku.

Kasus ini terungkap karena rumah pelaku sempat dilempari petasan oleh anak-anak saat bulan Ramadhan.

Warga yang penasaran akhirnya bertanya dan diketahui anak-anak itu menjadi korban pencabulan.

Anak-anak semula menjawab hanya digerayangi pelaku, namun aksi sodomi terungkap setelah diperiksa kepolisian.

Wakapolres Batang, Kompol Raharja mengatakan modus yang dilakukan pelaku yaitu mendoktrin bahwa itu wujud bakti takzim kepada guru.

"Kemudian pasal yang dikenakan, pasal 82 UU RI nomor 23 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara," ujarnya saat konferensi pers, Kamis (4/5/2023).

Berbagai barang bukti berhasil diamankan aparat Kepolisian mulai dari pakaian pelaku hingga kasur lantai berwarna biru.

Sementara itu, Tachyat hanya bisa tertunduk saat dihadapan awak media.

Ia menjelaskan jika para korban terbiasa di rumahnya, mereka kerap menginap, ada yang hanya pulang siang hari, ada yang satu minggu baru pulang, dan ada yang tidak pulang ke rumah.

Ia mengaku melakukan aksi itu lantaran kedekatannya oleh para korban.

"Karena kedekatan saya dengan murid itu lama-lama seperti itu, keasyikkan, saya sangat-sangat menyesal," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved