Berita Batang

Tukang Cukur di Batang Tega Cabuli Penyandang Disabilitas: Saya Terangsang Lihat Dia Mandi

Seorang tukang cukur di Kabupaten Batang, Jawa Tengah harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan mendekam di penjara.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
Tribunpantura.com/Dina Indriani
Wakapolres Batang, Kompol Raharja saat menanyai pelaku pencabulan Tarmujiono saat konferensi pers di Mapolres Batang, Kamis (4/5/2023). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Seorang tukang cukur di Kabupaten Batang, Jawa Tengah harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan mendekam di penjara.

Pelaku yang diketahui bernama Tarmujiono (52) itu telah tega melakukan pencabulan terhadap penyandang disabilitas.

Tersangka, Muji mengaku terpengaruh minuman keras (miras)saat melakukan pencabulan itu.

Saat itu, usai meminum miras tersangka menumpang buang air kecil ke rumah Sumitri (Ibu korban) yang berlokasi di Kelurahan Karangasem Selatan.

Ternyata, di kamar mandi korban yang berinisial AW sedang mandi berendam di sebuah ember.

Melihat korban tidak mengenakan pakaian, tersangkapun terangsang dan melakukan aksi pencabulan dengan memaksa korban.

Korban yang merasa kesakitan lalu mengerang, ibu korban Sumitri yang saat itu tengah menyapu halaman rumah pun mendengar suara erangan putrinya.

Ia langsung menuju ke kamar mandi dan memergoki pelaku melakukan tindakan seksual terhadap putrinya.

Sumitri pun langsung mendorong pelaku dan segera mengangkat putrinya.

"Korban ini di bawah umur, berkebutuhan khusus atau disabilitas, kejadiannya Minggu (23/4/2023)."

"Modusnya dengan tersangka memaksa korban yang saat itu masih mandi."

"Karena terpengaruh miras dan melihat korban mandi tersangka pun terangsang, pelaku ini berprofesi tukang cukur," tutur Wakapolres Batang, Kompol Raharja, saat konferensi pers, Kamis (4/5/2023).

Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Perempuan dan Anak serta Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman maksimal penjara selama 15 tahun.

Tersangka Mujiono mengatakan mengenal dan sering melihat korban.

Ia mengaku baru pertama kali melakukan perbuatan cabul tersebut lantaran terpengaruh alkohol.

"Saat itu saya mau kencing, ada anak itu masih mandi, lalu terangsang melakukan tindakan itu, memang saya habis minum-minum, saya menyesal," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved