Berita Jateng

Begini Cara Memaknai Kebangkitan Nasional Menurut Anggota DPRD Jawa Tengah

Dalam rangka bangkit menuju Indonesia emas, para generasi muda harus bisa memanfaatkan ilmu, profesi, serta berakhlak sesuai dengan Pancasila.

Istimewa
Talkshow DPRD Jawa Tengah yang kali ini membahas tentang menuju Indonesia emas, para generasi muda harus bisa memanfaatkan ilmu, profesi, serta berakhlak sesuai dengan pancasila yang dilandasi ketuhanan yang maha esa. Berlokasi di Studio Radio Slawi FM, Jumat (26/5/2023). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Dalam rangka bangkit menuju Indonesia emas, para generasi muda harus bisa memanfaatkan ilmu, profesi, serta berakhlak sesuai dengan Pancasila yang dilandasi ketuhanan yang maha esa.

Demikian yang dikatakan Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Masfui Masduki, dalam Talkshow DPRD Jawa Tengah di Studio Radio Slawi FM, Jumat (26/5/2023). 

Menurut Masfui, cara memaknai kebangkitan nasional di tengah perubahan globalisasi yang meningkat adalah melakukan refleksi, dan upaya mempertahankan identitas serta jati diri sebagai bangsa Indonesia.

“Hal ini penting, kita harus mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia yang berlandaskan pancasila dan jati diri kita yang agamis,” ujar Masfui Masduki, dalam rilis yang diterima, Sabtu (27/5/2023).

Selain melakukan refleksi dan mempertahankan indentitas jati diri, menurut Masfui gotong royong membangun semangat kebangsaan pasca pandemi covid 19 juga sangat penting. 

Utamanya penguatan kolaborasi antara stakeholder seluruh komponen bangsa dalam mencapai kesejahteraan masyarakat khususnya di Jawa Tengah.

“Tentunya kita berkolaborasi dengan mitra atau stakeholder yang bertujuan untuk memakmurkan masyarakat Jawa Tengah,” jelas Masfui. 

Pihaknya berharap, seluruh masyarakat mendukung pembangunan di Jawa Tengah, menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kondusifitas di Jawa Tengah, serta menjaga persatuan dan kesatuan dalam momen politik tahun 2024 dan tentunya meningkatkan kolaborasi masyarakat.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Muhammad Shidqi menambahkan, perkembangan teknologi saat ini merupakan kebutuhan dan perkembangan zaman memiliki percepatan. 

Sehingga mau tidak mau generasi muda harus mengikuti perkembangan teknologi.

“Dimana perkembangan zaman ini sangat cepat, misalkan peralihan dari 2G ke 3G itu membutuhkan waktu peralihan sekitar 7-10 tahun."

"Kemudian dari 3G ke 4G membutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun dan peralihan 4G ke 5G itu membutuhkan waktu kurang dari 2 tahun."

"Dengan perkembangan teknologi yang cepat ini, kita harus mengikutinya karena kalau tidak kita ketinggalan zaman,” ungkap Shidqi.

Shidqi memandang, perkembangan teknologi juga untuk menghadapi generasi Indonesia emas di 2045 mendatang. 

Dimana sekitar 34-40 persen total penduduk Indonesia merupakan usia produktif. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved