Berita Jateng
PT KAI dan KKP Dorong Peningkatan Distribusi Hasil Perikanan di Jawa Tengah
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya mendorong peningkatan distribusi hasil perikanan.
Penulis: hermawan Endra | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya mendorong peningkatan distribusi hasil perikanan.
Kali ini bekerjasama dengan PT. Kereta Api Indonesia membuat terobosan agar produk hasil perikanan bisa lebih kompetitif dan berdaya saing, baik secara harga maupun kualitas.
Direktur Logistik, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP, Berny A. Subkhi mengatakan dalam mendukung kebijakan penangkapan ikan yang terukur berbasis kuota dan pengembangan budidaya maka KKP menargetkan adanya peningkatan produksi perikanan yang bermutu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani dan gizi dari ikan.
Namun demikian, ketahui bersama bahwa hasil perikanan mudah rusak dan turun mutunya bila tidak ditangani dengan baik, termasuk penanganan saat pengangkutan. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan kinerja logistik dan sistem rantai dingin yang handal.
"Tantangan saat ini dihadapi dimana penyediaan jasa logistik melalui jasa transportasi harus efektif, efisien, dan juga ekonomis, sehingga produk hasil perikanan bisa lebih kompetitif dan berdaya saing, baik secara harga maupun kualitas," kata Berny A. Subkhi saat acara FGD Penataan Distribusi Hasil Kelautan dan Perikanan menggunakan Moda Kereta Api” di Kantor BKIPM Semarang, Rabu (21/6).
Berny A. Subkhi menambahkan, KKP memandang bahwa salah satu jenis transportasi dalam mendukung distribusi hasil perikanan adalah melalui moda kereta api.
Melalui Kerja Sama yang telah dilakukan antara KKP dengan KALOG maka diharapkan KALOG dapat mengembangkan inovasi- inovasi layanan bisnisnya untuk memprioritaskan layanan dalam mendukung distribusi hasil perikanan, yang tentu akan menimbulkan multiplier effects.
Peningkatan distribusi hasil perikanan dengan moda kereta api dapat difokuskan pada tiga layanan, yaitu layanan multimoda laut-darat bagi distribusi hasil perikanan dengan menggunakan reefer container, layanan kereta barang menggunakan mesin pendingin bagi produk dan olahan perikanan UMKM, dan layanan kereta barang bagi produk hasil perikanan yang tidak membutuhkan rantai dingin, antara lain seperti ikan kaleng, rumput laut dan ikan hidup.
Dijelaskannya, berdasarkan validasi Nasional tahun 2022, saat ini jumlah Unit Pengolahan Ikan skala UKM di Jawa Tengah sebanyak 8.064 unit dengan jenis olahan yaitu fermentasi/peragian, pelumatan daging, Pembekuan, Pemindangan, Penanganan Segar/Dingin, Pengalengan, Pengasapan/pengeringan, Pereduksi, dan pengolahan lainnya dengan tujuan pasar Sebagian besar di Pulau Jawa.
Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan adanya masukan dari para pelaku usaha terkait penggunaan moda kereta api sebagai salah satu opsi dalam distribusi hasil perikanan.
Pemerintah Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota juga diharapkan dapat melakukan sosialisasi kepada para stakeholders terkait, agar dapat memanfaatkan moda kereta api ini sebagai salah satu pilihan moda transportasi dalam distribusi hasil perikanan.
"Saya juga mengajak para pelaku usaha perikanan dapat memanfaatkan layanan bisnis yang disediakan oleh KALOG dalam mendukung logistik perikanan untuk meningkatkan akses transportasi dan distribusi hasil kelautan dan perikanan melalui inovasi- inovasi yang baru," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Acara-FGD-Penataan-Distribusi-Hasil-Kelautan-dan-Perikanan-mengguna.jpg)