Berita Tegal
Sejumlah Pengurus GP Ansor dan Banser Kabupaten Tegal Mengundurkan Diri, Ini Pemicunya
Sejumlah Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Kabupaten Tegal menyatakan mengundurkan diri dari struktur organisasi.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Sejumlah Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Kabupaten Tegal menyatakan mengundurkan diri dari struktur organisasi.
Deklarasi pengunduran diri tersebut, disampaikan Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Tegal Bidang Kebanseran, Ach Chanif, di area Makam Ki Enthus Susmono, Desa Bengle, Kecamatan Talang, Jumat (1/9/2023) sore.
Pernyataan tersebut, juga tertuang dalam surat bermaterai yang tertanggal 1 September 2023 ditujukan kepada Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal, kemudian tembusan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah dan Pimpinan Pusat GP Ansor.
Chanif, mewakili sejumlah pengurus yang mengundurkan diri menjelaskan alasan mengapa mereka memutuskan untuk mundur dari struktur organisasi.
Alasan utama, lanjut Chanif, pihaknya merasa kondisi organisasi PC Ansor Kabupaten Tegal dalam kondisi "sakit."
Selain itu, alasan lainnya dia menganggap organisasi sudah tidak stabil dan ditengarai dikendalikan oleh salah seorang tokoh politik yang bukan merupakan dari lingkaran Pemuda Ansor.
"Hal itu jelas akan berdampak buruk bagi perkembangan organisasi kedepannya. Karena perlu ditegaskan, gerakan pemuda Ansor harus mandiri, tidak boleh dikendalikan oleh orang lain di luar lingkaran," tegas Chanif.
Sementara terkait indikasi adanya kendali dari luar, dijelaskan Chanif sekarang ini sedang ada penggiringan massa yang terkesan memaksa kader pemuda Ansor untuk memenangkan salah satu calon legislatif (Caleg) suatu partai.
Caranya yakni dengan membentuk laskar-laskar, termasuk ada penarikan bantuan mobil operasional dari Anggota DPR RI yang sudah diserahkan ke PCNU Kabupaten Tegal.
Tapi setelah mobil ditarik kembali, penerima bukan anggota DPR RI melainkan dari pimpinan cabang GP Ansor Kabupaten Tegal yang juga aktif di Banser.
Sehingga Chanif dan rekan-rekan yang memutuskan mundur, merasa PC GP Ansor malah menjadi alat untuk menerima bantuan mobil tersebut.
"Sesuai pesan dari Ketua Umum PP GP Ansor, semuanya harus melawan politik identitas. Nah kalau menggunakan identitas Ansor Banser untuk tujuan politik tertentu, maka sama saja dengan politik identitas. Sehingga kami tegaskan harus dilawan, dan cara perlawanan kami dengan mengundurkan diri dari struktur organisasi," ujarnya.
Dikatakan, sementara ini ada 10 orang yang memutuskan mengundurkan diri dari struktur organisasi PC GP Ansor Kabupaten Tegal.
Terdiri dari tiga anggota Ansor dan tujuh lainnya merupakan anggota Banser.
Chanif menegaskan, pihaknya tidak mengkoordinir ataupun mengajak mengenai aksi penggundulan diri tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Pengurus-Ansor-Tegal-mundur.jpg)