Berita Tegal

Upaya Tim Percepatan Penurunan Stunting Slawi, dari Gerakan One Day One Endog hingga Rumah Sigap

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Slawi membangun Rumah Anak Sigap di Kelurahan Slawi Wetan.

Istimewa
Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Sekda Kabupaten Tegal, Suspriyanti (kerudung pink), saat menghadiri peresmian Rumah Anak Sigap di Kelurahan Slawi Wetan. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tegal, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Slawi membangun Rumah Anak Sigap di Kelurahan Slawi Wetan. 

Pelaksana Tugas Camat Slawi Daryanti menerangkan, sejak dikeluarkan SK TPPS bulan November tahun 2022 lalu, TPPS Kecamatan Slawi langsung melakukan berbagai gerakan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tegal. 

Diawali pada Februari 2023, TPPS memelopori gerakan One Day One Endog, untuk membantu memberikan asupan yang mengandung protein hewani bagi balita risiko stunting di wilayah Kecamatan Slawi. 

Kemudian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam bentuk telur kepada balita risiko stunting dengan melibatkan puskesmas Slawi, penyuluh keluarga berencana, pemerintah kelurahan atau desa, dan kader posyandu untuk proses distribusi ke sasaran.  

TPPS Slawi juga menggandeng para pengusaha yang ada di wilayah Kecamatan Slawi untuk berkontribusi menjadi Bapak Ibu Asuh Anak Stunting (BAAS). 

"Dana yang terkumpul dari Februari-Juni 2023 sebesar Rp 57.905.000, dengan jumlah sasaran sebanyak 720 balita risiko stunting yang diberikan dalam lima tahapan."

"Setelah diintervensi dari jumlah sasaran sebanyak 720 balita yang mengalami kenaikan tinggi badan sebanyak 460 balita," terang Daryanti, dalam rilis yang diterima, Kamis (21/12/2023). 

Sementara itu, Juli TPPS melanjutkan pemberian PMT bagi balita risiko stunting dengan dana Rames Saceting yang dihimpun dari donasi ASN, dan para perangkat desa di wiayah kecamatan Slawi. 

Jumlah dana yang terkumpul dari Juli-Desember 2023 sebanyak Rp 50.900.000. 

Dana tersebut digunakan untuk PMT telur dan susu yang diberikan kepada 380 balita berisiko stunting.  

Selain dana rames saceting, TPPS Slawi juga menggaet CSR dari PT CHARM PORTHAN dengan sumbangan 11.500 butir telur. 

"Berdasarkan hasil evaluasi Puskesmas Slawi dari jumlah 380 balita yang diintervensi, sebanyak 136 anak mengalami kenaikan tinggi badan," jelasnya. 

Sebagai tanda dimulainya aktivitas kegiatan di rumah anak sigap, Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Suspriyanti, meresmikan rumah anak sigap yang dibangun dari dana APBD. 

Suspriyanti berharap, rumah anak sigap bisa dipelihara dan dimanfaatkan untuk kegiatan bagi orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak, sehingga nantinya menjadi generasi yang cerdas dan sehat. 

Rumah anak sigap merupakan kegiatan replikasi yang sudah dilakukan lembaga mitra Tanoto Foundation di Desa Tuwel Kecamatan Bojong. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved