Berita Pekalongan

Bantu Atasi Stunting di Kabupaten Pekalongan, Ini yang Dilakukan Mahasiswa KKN Unikal

Mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) yang sedang KKN membantu masyarakat dalam mengurangi stunting di Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
Istimewa
Warga Desa Babalanlor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan saat tukar sampah plastik mendapatkan 1 kg telur. 

TRIBUN-PANTURA.COM, PEKALONGAN - Tingginya angka stunting di Kabupaten Pekalongan, menggugah mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) yang sedang KKN untuk membantu masyarakat dalam mengurangi stunting di Pekalongan.

Angka prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi, khususnya di Kabupaten Pekalongan yang mencapai 23,5 persen, lebih tinggi dari angka prevalensi stunting tingkat nasional yang mencapai 21,6 persen.

Salah satu program yang dicetuskan oleh tim KKN Unikal, di Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan mendirikan bank sampah anti stunting.

"Program bank sampah anti stunting adalah masyarakat diajak untuk mengumpulkan sampah plastik di rumah masing-masing, kemudian nantinya disetorkan ke bank sampah di desanya untuk ditukarkan dengan telur."

"Program ini juga terinspirasi program dari 'one day one egg' dari BKKBN," kata koordinator kelompok 2 KKN Unikal M Khotibul Umam, Minggu (21/1/2024).

Menurutnya, bank sampah anti stunting ini diluncurkan sejak 14 Januari di Balai Desa Babalan Lor, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya mengajak masyarakat memerangi stunting sekaligus mengurangi dampak sampah non organik yang merugikan lingkungan.

"Jadi konsepnya, sampah yang sudah di kumpulkan ditukarkan dengan telur. Kami bergerak secara mandiri menghidupi, menciptakan produk makanan dan merchandise totebag kain perca bersama kader PKK yang dimanfaatkan hasilnya kembali ke masyarakat, dan untuk pembelian telur guna program bank sampah anti stunting."

"Program ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting di Desa Babalanlor, sekaligus mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah non organik dengan mengubahnya menjadi barang bermanfaat," ujarnya.

Sementara itu, Titik Prilatningsih ketua TP PKK Desa Babalanlor mengapresiasi kegiatan Bank Sampah Anti Stunting oleh mahasiswa KKN Universitas Pekalongan.

"Alhamdulillah kita bisa bersinergi, mengapresiasi anak-anak muda yang sudah mau peduli tentang pencegahan stunting terlebih untuk ibu-ibu masyarakat babalanlor ini."

"Harapannya, masyarakat bisa lebih paham dan mau untuk peduli akan pencegahan stunting," katanya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved