Berita Tegal
Alternatif Wisata, Manfaatkan Libur Panjang dengan Petik Melon Super Premium di Dukuhsalam Tegal
Panen Raya Melon Super Premium tersebut, merupakan program ketahanan pangan Desa Dukuhsalam Slawi yang juga memberdayakan masyarakat desa.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Memanfaatkan momen libur panjang Isra Miraj dan Imlek, pemuda yang tergabung dalam Mudiwara Budi Daya Melon mengadakan Gebyar Panen Raya Melon Super Premium Jenis Sweet Net 9 Asal Thailand, di Green House Desa Dukuhsalam Slawi, Kabupaten Tegal, Jumat (9/2/2024).
Panen Raya Melon Super Premium tersebut, merupakan program ketahanan pangan Desa Dukuhsalam Slawi yang juga memberdayakan masyarakat desa.
Pendamping petani milenial, Ahmad Otong Turmudi menjelaskan antusias masyarakat sangat luar biasa karena berkunjung ke panen raya melon bisa dijadikan alternatif mengisi libur panjang.
Terlebih di Desa Dukuhsalam Slawi sendiri baru terdapat satu titik Green House Melon Premium, sehingga masyarakat langsung penasaran dan datang ke lokasi untuk membeli.
"Jika biasanya panen melon menghasilkan 70 persen itu sudah sangat bagus, nah untuk di Green House Desa Dukuhsalam ini mencapai 95 persen atau sekitar 7 kuintal melon jenis Sweet Net 9 Asal Thailand," jelas Mudi.
Dalam prosesnya, lanjut Mudi, ia tidak bekerja sendiri melainkan dibantu oleh pemuda desa setempat.
Sehingga Green House Desa Dukuhsalam Slawi ini dikelola langsung oleh pemuda setempat dan menghasilkan panen melon yanh cukup signifikan.
Adapun Gebyar Panen Raya berlangsung sejak Kamis (8/2/2024) sampai Minggu (11/2/2024), mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.
"Antusias masyarakat sangat luar biasa karena bertepatan dengan libur panjang. Seperti Kamis (8/2/2024) hari pertama pembukaan panen raya terjual 25 persen dari total populasi. Sedangkan pada Jumat (9/2/2024) naik sekitar 45 persen. Sehingga sisa melon di Green House perkiraan sampai besok tinggal separuh," ujarnya.
Mengingat panen raya melon super premium di Green House Desa Dukuhsalam Slawi hanya berlangsung empat hari dan tersisa dua hari lagi, maka Mudi mengajak masyarakat yang ingin berkunjung bisa langsung ke lokasi.
Bahkan Mudi menyebut di dua hari tersisa pihaknya menyediakan harga khusus bagi konsumen.
"Harga awal kami menawarkan Rp 35 ribu per kilogram, harga tersebut dibawah pasaran yakni Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan dua hari terakhir, kami beri harga promo Rp 30 ribu per kilogram tapi ada syarat dan ketentuan berlaku. Jadi tinggal langsung ke lokasi saja bertemu dengan pengelola," terang Mudi.
Sementara itu, Carik Desa Dukuhsalam Slawi Hadi Suprapto, mengungkapkan bahwa program budidaya melon premium jenis Sweet Net 9 Asal Thailand ini merupakan program Ketahanan Pangan Nasional dari pemerintah.
Untuk Desa Dukuhsalam Slawi Kabupaten Tegal, mendapat modal Rp 62 juta yang kemudian dimanfaatkan membuat Green House dengan luas lahan 5x20 meter persegi.
"Kenapa memilih budidaya melon premium karena dari proses penanaman sampai panen tergolong cepat dan tidak terlalu lama. Selain itu, bisa memberdayakan pemuda desa Dukuhsalam, sehingga tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta untuk bekerja karena di desa juga ada lewat penanaman melon," ungkap Hadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Panen-Raya-Melon-Super-Premium.jpg)