Rabu, 3 Juni 2026

Tips

Tingkatkan Risiko Celaka, Jangan Lakukan 9 Kesalahan Ini saat Berkendara Mobil

Berikut adalah 9 kesalahan yang perlu dihindari oleh pengendara mobil baru agar meminimalkan risiko celaka saat berlalu lintas.

Tayang:
Editor: m zaenal arifin
TRIBUNPANTURA/Fajar Bahruddin Achmad
Ilustrasi mobil 

TRIBUN-PANTURA.COM - Karena beragam manfaat dan kegunaannya di kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang saat ini telah menjadikan mobil sebagai kebutuhan prioritas untuk dimiliki.

Bahkan, beberapa orang menjadikan rencana membeli mobil sebagai tujuan finansial yang ingin diraihnya dalam waktu dekat.

Akan tetapi, setelah berhasil membeli mobil baru, mungkin tidak sedikit dari Anda yang kerap melakukan beberapa kesalahan yang mampu memicu risiko kerusakan pada mobil.

Alhasil, Anda harus sering melakukan perbaikan dan servis pada kendaraan di bengkel yang malah mampu menguras isi dompet dengan cukup signifikan.

Lalu, hal seperti apa sih yang umumnya dilakukan oleh pemilik mobil baru yang membuat kendaraannya lebih cepat rusak dan sering diperbaiki?

Nah, untuk menyiasati risiko masalah tersebut, berikut adalah 9 kesalahan yang perlu dihindari oleh pengendara mobil baru agar meminimalkan risiko celaka saat berlalu lintas.

1. Langsung Menyalakan Starter

Tidak sedikit mobil keluaran terbaru saat ini telah dilengkapi sistem digital berbasis komputer pada komponennya. Ketika kunci mobil berada pada posisi on, ada sejumlah indikator yang menyala di dashboard.

Tidak sekadar menyala, indikator tersebut merupakan tanda dari sistem komputer mobil yang tengah mengecek seluruh informasi dan kondisi kendaraan.

Tentunya, baru nyalakan atau starter kendaraan saat indikator tersebut telah mati setelah menyala sejenak.

Hal tersebut akan membuat mesin mobil mampu beroperasi dengan lebih optimal serta mencegah risiko kerusakan di sistem digital kendaraan.

2. Terlalu Dalam Injak Pedal Gas

Kesalahan lainnya, beberapa pemilik mobil baru kerap menginjak bagian pedal gas terlalu keras dan menyebabkan kendaraan melaju kencang.

Tak hanya membahayakan keselamatan, tapi hal ini juga membuat mobil mencapai tingkat RPM yang terlalu besar dan tak tepat ketika memindahkan gigi pada mesin manual.

Idealnya, perpindahan gigi pada mobil baru dilakukan ketika RPM sekitar 3500 sampai 4500 selama seribu KM pertamanya.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved