Berita Pekalongan
Kerugian Akibat Banjir Bandang di Desa Wangandowo Pekalongan Capai Rp 1,288 M, Ini Kerusakannya
Berdasarkan taksiran tim teknis dari Pemkab Pekalongan, kerugian infrastruktur mencapai 1,288 miliar.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, KAJEN - Banjir bandang yang melanda Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan dan menelan dua korban jiwa, juga membuat kerugian infrastruktur.
Berdasarkan taksiran tim teknis dari Pemkab Pekalongan, kerugian infrastruktur mencapai 1,288 miliar.
"Banjir merusak ratusan rumah, sekolah, gedung-gedung ini, nantinya akan ditanggung oleh perusahaan. Taksirannya sekitar Rp 1,288 miliar," kata Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, Jumat (22/3/2024).

Kemudian dari penghitungan tim teknis tersebut, akan dikoordinasikan bersama tim teknis dari perusahaan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melibatkan pemerintah desa setempat.
"Nanti kita memetakannya bareng-bareng. Perhitungan teknis oleh dinas, kita libatkan perusahaan, dan juga dari desa. Ini sedang proses jalan. Tapi saya mendorong, ini harus kita segerakan," imbuhnya.
Sekda Akbar juga mengungkapkan, untuk penanganan korban banjir bandang, target sebelum lebaran selesai terutama bagi yang rusak ringan.
Sedangkan untuk korban rumah rusak berat, sementara pasti butuh waktu.
"Tapi untuk korban rusak berat, alhamdulilah sudah dikontrakkan oleh perusahaan," ungkapnya.
Akbar menjelaskan, bantuan logistik banjir bandang ini disimpan di Balai Desa Wangondowo.
Tumpukan bantuan tersebut nampak banyak, dan akan segera didistribusikan ke warga terdampak.
“Kita sudah minta tadi Pak Sekdes nanti untuk mengatur mendistribusikan kepada warga terdampak," jelasnya.
Pihaknya mengapresiasi atas langkah cepat yang dilakukan perusahaan dalam penanganan banjir bandang.
Sementara itu, Humas PT HAI, Alex Rahman menyampaikan, dari perusahaan sudah memverifikasi seluruh data yang ada.
"Namanya bencana, tidak ada yang menginginkan namun kami udah berkomitmen untuk menangani dan bertanggung jawab semuanya," kata Humas PT HAI, Alex Rahman.
Ia juga menjelaskan, pemulihan pasca bencana ini memang butuh proses, perusahaan sudah ada koordinasi dengan desa.
"Untuk data sudah ada, tinggal melakukan pelaksanaan. Baik itu untuk jangka pendek, menengah, dan panjang," jelasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.