Rabu, 20 Mei 2026

Berita Batang

Begini Kesiapan RS QIM Batang Terkait Penerapan Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan

Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS QIM) siap mengikuti aturan pemerintah dengan menerapkan KRIS.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
Tribunpantura.com/Dina Indriani
RS QIM Batang 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi para peserta BPJS Kesehatan, Pemerintah secara bertahap mulai menerapkan layanan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Dengan sistem KRIS, semua Rumah Sakit di Indonesia harus menyesuaikan rawat inapnya sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2021.

Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS QIM) siap mengikuti aturan pemerintah dengan menerapkan KRIS.

Salah satu yang sedang disiapkan adalah ruang rawat inap dengan kamar tidur sesuai standarisasi pelayanan.

Direktur RS QIM Batang Ratna Ismoyowati mengatakan, jika memperhatikan syarat KRIS, ada beberapa hal yang menjadi prioritas sarana prasarana penunjang yang harus diberikan kepada pasien.

"Syaratnya misal ruangan yang sejuk, tempat tidur dengan jarak tertentu, pencahayaan yang cukup dan lainnya, kami sedang menyiapkan semuanya, tapi ya bertahap, seperti suhu udara 22-26 derajat celsius, jarak antar tempat tidur 1,5 meter dan infrastruktur penunjang lainnya,” tuturnya, Jumat (31/5/2024).

Pihak manajemen rencananya akan menambah pelayanan rawat inap.

Sejumlah layanan seperti IGD mulai dipindahkan ke gedung baru, maka ruang lama akan dioptimalkan untuk layanan rawat inap.

“Contohnya di ruang Garuda, dari semula dua kamar dengan 4 tempat tidur, menjadi tiga tempat tidur, supaya sesuai Kelas Rawat Inap Standar,” terangnya.

Ia juga menyebutkan bahwa, akan mengurangi jumlah tempat tidur, maka dalam jangka panjang kemungkinan manajemen merencanakan untuk menambah kapasitas ruang dengan membangun gedung baru.

Sedangkan jumlah tempat tidur secara keseluruhan mencapai 190 unit.

“Kami ingin memberikan layanan kesehatan yang optimal untuk pasien, tapi keputusan tetap ada di pihak perusahaan karena terkait kesiapan anggaran,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved