Berita Regional
Waspada, Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Selatan Jawa Tengah, Ini Daerah Terdampak
BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap kembali memberikan peringatan adanya potensi gelombang tinggi berkisar antara 2,5 - 4 meter.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, CILACAP - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tunggul Wulung Cilacap kembali memberikan peringatan adanya potensi gelombang tinggi berkisar antara 2,5 - 4 meter.
Gelombang tinggi itu berpotensi terjadi di samudera hindia selatan Jawa Tengah, Jawa Barat dan DIY.
Termasuk samudera hindia selatan Kebumen dan Cilacap.
BMKG memperkirakan gelombang tinggi itu akan terjadi sejak pagi ini Sabtu (20/7) mulai pukul 07.00 WIB hingga Minggu (21/7) besok pukul 07.00 WIB.
Prakirawan BMKG Cilacap Nurmaya dalam rilisnya menyebut, daerah-daerah yang diperkirakan terjadi gelombang tinggi seperti di wilayah samudera hindia selatan Jawa Barat meliputi Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran.
Kemudian di samudera hindia selatan Jawa Tengah yakni Cilacap, Kebumen dan Purworejo.
"Gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di samudera hindia selatan Yogyakarta," katanya, Sabtu (20/7).
Adapun penyebabnya terjadinya gelombang tinggi di Samudera Hindia Selatan yakni karena angin yang berhembus cukup kencang.
"Saat ini pola angin di Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin 10 - 25 knot," ungkap Nurmaya.
Dengan adanya peringatan potensi gelombang tinggi ini, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
Selain itu BMKG juga meminta agar wisatawan tidak berenang di laut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami juga menghimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan update informasi cuaca maritim BMKG," imbaunya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.