Minggu, 3 Mei 2026

Berita Batang

Lestarikan Tradisi Jawa, SMPN 7 Batang Dikukuhkan Jadi Sekolah Budaya

Dalam upaya melestarikan budaya Jawa yang luhur, SMPN 7 Batang resmi dikukuhkan sebagai Sekolah Unggulan di bidang Budaya Jawa.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
Tribunpantura.com/Istimewa
Sejumlah siswa SMPN 7 Batang melantunkan tembang sebagai upaya melestarikan tradisi jawa, Rabu (21/8/2024). 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Dalam upaya melestarikan budaya Jawa yang luhur, SMPN 7 Batang resmi dikukuhkan sebagai Sekolah Unggulan di bidang Budaya Jawa.

Dengan mengusung slogan "Nuladha Laku Utama" serta "Siswa Sejati Siswaning Pribadi", sekolah ini berkomitmen untuk meneladani perilaku Rasulullah dan mengingatkan siswa agar tidak melupakan jati diri.

Para siswa SMPN 7 Batang menunjukkan kebolehan mereka dalam melantunkan tembang, sastra, dan tarian Jawa.

Kepala sekolah, Mochamad Santoso, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul dari kekhawatiran para pendidik terhadap generasi muda yang mulai enggan menunjukkan identitas mereka sebagai orang Jawa seutuhnya.

"Kami melihat budaya Jawa mulai ditinggalkan oleh anak-anak. Dengan dikukuhkannya sekolah ini, kami berharap semangat untuk melestarikan tradisi, seni, dan budaya leluhur dapat terus terjaga," tutur Santoso, Rabu (21/8/2024).

Santoso menjelaskan bahwa siswa yang memiliki bakat dan minat di bidang seni selalu mendapatkan dukungan penuh, seperti pendampingan dalam tembang Jawa hingga seni membatik.

Namun, menjaga semangat anak-anak agar terus eksis dalam melestarikan budaya Jawa bukanlah hal yang mudah.

"Kami akan mengagendakan ekstrakurikuler yang mendukung bakat mereka, seperti menulis aksara Jawa dan seni gamelan."

"Alhamdulillah, rencana kami didukung penuh oleh anggota DPRD Batang, Faturrochman, yang akan memberikan sumbangan seperangkat gamelan," jelasnya.

Anggota DPRD Batang, Faturrochman, mengapresiasi ide tersebut karena merupakan tantangan tersendiri di tengah modernisasi yang membuat generasi Z lebih menyukai budaya asing dibandingkan budaya lokal.

"Luar biasa sekali, di zaman sekarang ada yang berani mengusung budaya Jawa di tengah masyarakat yang mulai meninggalkan tradisinya."

"Kita lihat saja, anak-anak lebih sering berbahasa Indonesia daripada berbahasa Jawa Krama, tapi semangat ini patut didukung sebagai solusi untuk membiasakan budaya Jawa," tegasnya.

Terkait dukungan infrastruktur, Faturrochman menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan sumbangan berupa satu set gamelan pada tahun 2025 mendatang.

"Tahun depan rencananya akan dianggarkan, tapi untuk nominal anggarannya belum bisa disampaikan," terangnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Batang, Sutriyono, menambahkan bahwa saat ini terdapat 10 sekolah dengan keunggulan yang beragam, termasuk SMPN 7 Batang dan SMPN 3 Reban yang unggul dalam budaya, serta SMPN 3 Batang yang unggul dalam olahraga.

"Untuk menjadi sekolah unggulan, harus memiliki program yang dirutinkan. Contohnya di SMPN 7, saat siswa masuk kelas diiringi gending Jawa, menggunakan bahasa Jawa Krama di hari tertentu, serta membiasakan permainan tradisional," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved