Pilkada Serentak
Riswanto Imbau Nelayan Kota Tegal Tak Buru-buru Beri Dukungan ke Paslon di Pilkada Serentak
Riswanto mengimbau nelayan di Kota Tegal tidak tergesa-gesa mengarahkan dukungan kepada pasangan calon di Pilkada Serentak 2024.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, TEGAL - Tokoh nelayan Kota Tegal sekaligus Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Riswanto mengimbau, nelayan untuk tidak tergesa-gesa dan terburu-buru mengarahkan dukungan kepada pasangan calon di Pilkada Serentak 2024.
Menurutnya harus pandai-pandai memilih calon kepala daerah yang benar-benar peduli terhadap permasalahan nelayan.
Riswanto mencontohkan, permasalahan yang tidak pernah teratasi hingga puluhan tahun di Kota Tegal, di antaranya adalah pendangkalan atau sedimentasi.
Ada tiga muara sungai yang mengalami pendangkalan, yaitu Kali Kemiri di Kelurahan Muarareja, Kali Sibelis dan Kali Bacin di Kelurahan Tegalsari.
Sebanyak 3.519 nelayan kecil atau tradisional terdampak pendangkalan.
Baca juga: Waspada, Ada Perbaikan Beton di Jalan Tol Pemalang-Batang, Ini Titiknya
Mirisnya, kondisi pendangkalan tersebut hingga memakan korban, ada nelayan yang sakit karena kelelahan hingga akhirnya meninggal dunia.
"Kepada teman-teman nelayan jangan kemudian tergesa-gesa dan terburu-buru mengarahkan dukungan kepada calon kepala daerah yang tidak memberikan kontribusi nyata."
"Kalau bisa sebelum pemilihan, harus berani memberikan kerja nyata," kata Riswanto yang juga ketua koperasi nelayan KUD Karya Mina Tegal, Senin (16/9/2024).
Riswanto mengatakan, pendangkalan atau sedimentasi ini sudah menjadi persoalan puluhan tahun yang belum terselesaikan oleh kepala daerah.
HNSI beberapa kali sudah melakukan upaya dengan menyuarakan secara terus menerus.
Baca juga: Gangster di Semarang Berulah di Masa Libur Sekolah, 22 Remaja Diangkut Polisi
Tetapi ketika sudah bertemu dan berdiskusi dengan kepala daerah, pemerintah kota menyampaikan terkendala kewenanangan.
Kemudian di DPRD yang notabenenya merupakan putra-putri daerah juga sama, tidak ada realisasi dari persoalan pendangkalan.
"Permasalahan pendangkalan ini harus dipecahkan. Jadi kepala daerah yang terpilih harus mengonsep dana alokasi khusus untuk pengerukan rutin sedimentasi. Biar dialokasikan setiap tahun," jelasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.