Sabtu, 25 April 2026

Berita Pekalongan

Jalan Utama Petungkriyono ke Banjarnegara Ambles, Akses Logistik Terhambat

Jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Petungkriyono dengan Banjarnegara di Desa Yosorejo, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, mengalami ambles.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
Dok/Istimewa
JALAN AMBLES - Pengendara motor dan roda empat saat melintasi jalan yang berada di daerah Kliweran, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan yang mengalami ambles, Kamis (30/1/2025). Akibatnya, pengiriman logistik ke korban tanah longsor dan banjir bandang di Kecamatan Petungkriyono menjadi terhambat. (DOK/WARGA) 

TRIBUN-PANTURA.COM, PEKALONGAN – Sebuah jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Petungkriyono dengan Banjarnegara di Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, mengalami ambles, Kamis (30/1/2025).

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu (29/1/2025).

Jalan yang ambles tersebut merupakan jalur utama untuk pengiriman logistik dan alat berat menuju wilayah Petungkriyono, yang saat ini tengah berupaya menangani dampak dari tanah longsor dan banjir bandang.

Akses menuju Petungkriyono sempat terhambat melalui Kecamatan Doro, karena jembatan Tembelan Kali Welo juga putus, sehingga jalur alternatif yang tersisa hanya dapat melalui Banjarnegara dan Wanayasa.

Slamet, warga sekitar, menjelaskan bahwa kondisi jalan ambles ini menghubungkan Desa Yosorejo dengan Gumelem, dan menyebabkan jalan ambles sepanjang sekitar 10 meter dengan kedalaman 30-50 cm dan lebar 4 meter.

"Jalan ini memang vital, apalagi untuk distribusi bantuan dan logistik. Kejadian ini sangat mengganggu, apalagi cuaca masih belum mendukung," ujarnya, Kamis (30/1/2025).

Baca juga: Update: Korban Meninggal Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Petungkriyono Jadi 25 Orang

Ismail, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Pekalongan, menambahkan bahwa jalan yang amblas tersebut merupakan satu-satunya jalur utama yang masih bisa digunakan untuk mengakses Kecamatan Petungkriyono.

"Kondisi jalan saat ini cukup berbahaya bagi kendaraan roda empat dengan muatan berat, meskipun kendaraan roda dua masih bisa melewatinya," kata Ismail.

BPBD juga mengimbau agar pengendara motor dan kendaraan roda empat yang melintasi jalan tersebut lebih berhati-hati.

"Mengingat cuaca yang masih hujan dengan intensitas tinggi, kondisi jalan bisa semakin buruk, bahkan berisiko terjadi longsor lebih parah," imbuh Ismail.

Baca juga: Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Penanganan Pascabencana di Petungkriyono Pekalongan

Sementara itu, pihak berwenang terus melakukan pemantauan dan upaya perbaikan, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari perjalanan jika tidak mendesak.

Kejadian ini semakin memperburuk akses di wilayah Petungkriyono yang sudah terdampak bencana alam sebelumnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved