Berita Blora
Jembatan Dukuh Kalangan Blora Tergerus Luapan Aliran Sungai Lusi
Jembatan yang ada DI Dukuh Kalangan, Desa Kalangrejo, Kecamatan Kunduran, terputus akibat tergerus derasnya air Sungai Lusi.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: Moch Anhar
TRIBUNPANTURA.COM, BLORA - Banjir di Blora, selain sempat merendam rumah warga, juga berdampak menggerus jembatan. Salah satunya, jembatan yang ada Dukuh Kalangan, Desa Kalangrejo, Kecamatan Kunduran, terputus. Konstruksi jembatan tergerus derasnya air sungai.
Plt Kapolsek Kunduran, Iptu Budi Santoso, telah mengecek jembatan yang putus akibat terdampak luapan aliran Sungai Lusi tersebut. Lantaran kondisi jembatan yang rusak, untuk sementara jembatan tidak bisa dilalui.
"Jembatan itu merupakan penghubung antara Desa Kemiri, dengan Desa Kalangrejo serta jalan akses ke Kecamatan Kunduran," katanya, Rabu (21/5).
Terpisah, Bupati Blora, Arief Rohman, menginstruksikan BPBD, Camat, Kades, untuk melakukan pendataan terkait banjir yang melanda Blora, Senin-Selasa (19-20/5). Selain untuk penanganan, juga agar para warga terdampak banjir nantinya bisa menerima bantuan, sehingga bisa meringankan beban mereka.
"Terkait ada beberapa warga yang berharap bantuan. Jadi kami data dulu, nanti Jumat akan kita rapatkan. Nanti diklasifikasikan, ada yang rumahnya tergenang sebentar, sudah surut gitu. Pendataan diperlukan, dampaknya seperti apa," jelasnya.
Arief menyebut penyebab banjir ada beberapa faktor, seperti hutan sudah mulai banyak yang gundul, drainase yang tidak berfungsi, hingga banyak sampah yang ada di aliran sungai.
"Jadi secepatnya kami akan gelar rapat evaluasi, untuk mengantisipasi banjir. Dan akan kita lakukan penataan kembali," katanya, Rabu (21/5/2025).
Lebih lanjut, selain mengundang BPBD, TNI, Polri, dan dinas terkait, Arief juga akan mengundang Perum Perhutani untuk membahas bersama terkait solusi untuk mencegah banjir agar tidak terjadi lagi. Sebab salah satu faktor banjir, menurut Arief kondisi hutan sebagian sudah gundul. Oleh karena itu, Perum Perhutani perlu dilibatkan.
Diberitakan sebelumnya, warga terdampak banjir berharap bantuan dari Pemkab Blora. Satu diantaranya, Supinah (56), warga Dukuh Klarean, RT 02 RW 06, Desa Bakah, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Rumahnya terendam banjir setinggi 2,5 meter. Saat ini, Supinah mengungsi di rumah adiknya. Supinah berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk dirinya yang sedang tertimpa musibah.
"Harapannya bisa dapat bantuan. Ini kan saya nggak bisa masak, nggak bisa apa-apa," tuturnya.
Selain rumah milik Supinah, dua rumah lain yang lokasinya berdekatan juga terendam banjir. Pemilik rumah juga mengungsi ke rumah saudaranya. (*)
| Update: Polisi Ungkap Jenis Racun yang Tewaskan Ayah dan Anak di Blora |
|
|---|
| Terungkap! Ini Motif Pembunuhan dengan Racun yang Tewaskan Ayah dan Anak di Blora |
|
|---|
| Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Kerja Proyek Pembangunan Gedung RS PKU Muhammadiyah Blora |
|
|---|
| Kecelakaan Kerja Pembangunan Gedung RS PKU Muhammadiyah Blora, Tiga Orang Meninggal |
|
|---|
| Kebakaran Pasar Induk Cepu Blora, 80 Los Pedagang Hangus, Diduga Ini Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Jembatan-Dukuh-Kalangan-Putus.jpg)