Berita Semarang
Dua Pria Kabur usai Antar Korban ke UGD RS Kariadi, Diduga Jadi Korban Pembunuhan
Polisi mengamankan dua pria yang mengantarkan korban DNS (29) ke RSUP Dr Kariadi Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Moch Anhar
TRIBUNPANTURA.COMSEMARANG - Polisi mengamankan dua pria yang mengantarkan korban DNS (29) ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Dua pria ini merupakan saksi kunci karena telah membawa korban DNS dari Hotel Citra Dream Jl Imam Bonjol Semarang ke rumah sakit tersebut.
Namun, dua orang ini malah kabur meninggalkan korban yang sudah dalam kondisi tak bernyawa.
"Dua orang ini sudah kami amankan. Kami sedang periksa mendalam," kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, Senin (9/6).
Menurut Andika, dua orang ini masih berstatus sebagai saksi. Andika belum merinci dua peran dari dua pria ini. Begitu pula dengan identitasnya.
"Sebagai saksi, kami akan perdalam terus keterangannya," bebernya.
Selain dua pria yang mengantarkan korban, kepolisian juga mengambil keterangan dari pihak Hotel Citra Dream. Andika menyebut, korban sebelum meninggal dunia sempat menginap di hotel tersebut.
"Kami tentu memeriksa pihak hotel dan berbagai saksi lainnya. Total sementara ada empat orang saksi," ungkapnya.
Andika mengungkap melihat kondisi korban mengarah pada tindakan dugaan pembunuhan. Namun, pihaknya masih menunggu hasil autopsi.
"Dari peristiwa yang ada, bisa kami simpulkan ada dugaan pembunuhan. Hanya saja, perlu dilakukan pendalaman lewat autopsi," ujarnya.
Informasi yang dihimpun Tribun, korban DNS, seorang perempuan yang tercatat sebagai warga Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dia selama di Semarang menginap di Hotel Citra Dream kamar nomor 203.
Korban dari hotel tersebut dibawa oleh dua pria menggunakan taksi online Blue Bird ke bagian Unit Gawat Darurat (UGD), Senin (9/6) pada pukul 07.59 WIB. Kedua saksi ini lantas pergi selepas menaruh korban di kamar tidur pasien di ruangan UGD.
Petugas medis rumah sakit menemukan DNS sudah tak bernyawa dalam kondisi kaku membiru, keluar darah dari mulut, dan luka lecet di sekitar leher. Korban diantar ke rumah sakit juga dalam kondisi pakaian berantakan dan tak lengkap. Mendapati kondisi korban seperti itu, akhirnya petugas medis menghubungi polisi.
Manager Hotel Citra Dream, Henny, membenarkan, tim kepolisian datang pada pagi hari. Namun, ia enggan memberikan banyak keterangan.
“Tadi Inafis datang sekitar pukul 10.00 WIB, kami tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak. Biar pihak berwajib yang memberikan keterangan lebih lanjut,” ujarnya saat ditemui Tribun Jateng di Hotel Citra Dream.
Sementara itu, di pemulasaraan jenazah RSUP Dr Kariadi, suasana terlihat sepi. Mobil Inafis Polrestabes Semarang berwarna oranye tampak terparkir di lokasi. Beberapa petugas tampak berjaga dan menunggu kedatangan keluarga korban. Jenazah DN masih berada dalam proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya. (iwn/bud)
| Imigrasi Semarang Deportasi Warga Asing Asal Kenya Usai Jalani Hukuman Kasus Narkotika |
|
|---|
| Bapas Semarang Gelar Aksi Sosial Klien sebagai Simbol Kesiapan Sambut KUHP Baru 2026 |
|
|---|
| Imigrasi Semarang Gelar Eazy Passport di Unimus, Layani 106 Permohonan |
|
|---|
| TIMPORA Semarang Perkuat Sinergi Antarinstansi dalam Pengawasan Orang Asing |
|
|---|
| Pegawai Imigrasi Semarang Raih Anugerah Wira Wibawa Dharmesti dari Kementerian Imipas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Pemulasaraan-RSUP-Dr-Kariadi-Kota-Semarang.jpg)