Jumat, 10 April 2026

Berita Semarang

Suhu Udara di Kota Semarang Bisa Sampai 35 Derajat Celcius Hari Ini

Berikut prakiraan cuaca Kota Semarang pada hari ini, Minggu (30/8/2020), dari BMKG melalui Stasiun Meteorologi kelas II Ahmad Yani Semarang.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Rival Almanaf
tribunnews.com
Ilustrasi prakiraan cuaca 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Berikut prakiraan cuaca Kota Semarang pada hari ini, Minggu (30/8/2020), dari BMKG melalui Stasiun Meteorologi kelas II Ahmad Yani Semarang.

Dari keterangan Forecaster BMKG Arif Nurhidayat, langit pada umumnya akan cerah pada siang hari dan cerah berawan pada malam hari.

Angin berhembus dari arah timur menuju selatan dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam.

Untuk suhu udara berkisar antara 26-35 derajat Celcius.

Daftar 14 Paslon yang Diusung Partai Nasdem pada Pilkada di Jateng

Penjual Soto Lamongan Positif Covid-19, 10 Orang Terdekat Juga Terjangkit, Pembeli Diminta Periksa

Update Kasus Corona di Kabupaten Tegal: PDP Meninggal Dunia Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bahaya Laten Hoaks Diduga Jadi Penyebab Pembakaran Polsek Ciracas

Suhu udara tertinggi berkisar pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB bisa mencapai 35 derajat Celcius.

Sedangkan suhu udara bakal menurun hingga 30 derajat Celcius pada sekitar pukul 16.00 WIB dan 29 derajat Celcius pada sekitar pukul 19.00 WIB.

Sedangkan kelembapan udara berkisar antara 35-75 persen.

Penting diketahui, sebagian besar Kota Semarang diprakirakan sudah memasuki musim kemarau pada Mei Dasarian II 2020 (tanggal 11-20) atau pertengahan Mei 2020 lalu.

Sedangkan, wilayah tenggara Kota Semarang sudah mulai memasuki masa musim kemarau pada Mei Dasarian I atau awal Mei 2020 lalu.

Hal itu diketahui dari akun Twitter resmi @bmkg_semarang melalui ilustrasi gambar prakiraan awal musim kemarau di Jawa Tengah.

Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri sudah memasuki masa musim kemarau pada Mei 2020 lalu.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan bahwa menjelang dan pada puncak musim kemarau, langit pada umumnya cerah atau hampir tidak ada awan pada sepanjang hari.

Kondisi tersebut menyebabkan energi matahari tidak banyak mengalami halangan untuk masuk permukaan bumi sehingga suhu pada siang hari menjadi terasa lebih hangat.

“Beberapa hari belakangan (langit) hampir tidak ada awan, clear."

"Ketika tidak ada perawanan, energi masuk tanpa menghalangi sehingga udara terasa panas dan kering,” ungkapnya ketika dihubungi Tribun-Pantura.com, Minggu (26/7/2020) lalu.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved