Berita Regional
Diusir Dari Kos, Pasutri Bersama Bayi Berusia 1 Bulan Tinggal di Gerobak
Himpitan ekonomi di tengah pandemi terus memunculkan kisah-kisah yang mengaduk empati.
Lalu, sekitar 01.00 Wita dini hari datang tim relawan di Kota Samarinda dan mengevakuasi Andika sekeluarga ke rumah singgah di Jalan dr Soetomo, Gang 4.
Pada Kamis sore, Kompas.com mencoba menemui Andika. Tampak bayinya sedang tidur beralaskan kasur empuk dan selimut.
Menurut Koordinator Relawan Sedekah Mandiri Samarinda, Arisna Setiawati, rumah singgah itu memang disiapkan bagi mereka yang membutuhkan.
“Di rumah ini memang disiapkan oleh relawan untuk tempat tinggal mereka yang terlantar,” tutur Arisna.
Selanjutnya, kata Arisna, pihaknya siap mendatangi pemilik indekos dan berencana melunasi tunggakan indekosnya.
Saat berbincang dengan Kompas.com, Andika mengakui ingin mencari pekerjaan.
Setelah menikah dengan Yanti tahun 2018, Andika mengaku sempat bekerja sebagai buruh angkut kepiting di Tarakan, Kalimantan Utara.
• Prakiraan Cuaca di Tegal Jumat 4 September, Hujan Terjadi di Bumijawa, Margasari, dan Lokasi Lain
• Jadwal Pelayanan Samsat Keliling Kabupaten Batang, Jumat 4 September 2020
• Viral Video Ibu Sabet Anaknya yang Tak Kunjung Paham Saat Belajar Dari Rumah
• Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Jumat 4 September 2020 Ada di Tiga Lokasi
Namun, setelah dua tahun di sana, Andika bersama istri memutuskan kembali ke Samarinda.
Andika memang warga Samarinda. Setelah kembali ke Samarinda, dirinya sudah usaha mencari kerja tapi belum dia dapat. Akhirnya, dia bekerja sebagai pemulung.
“Kalau ada kerjaan lain saya mau. Jadi sopir juga bisa,” kata dia.
Sementara itu, dari pengamatan Kompas.com, sampai saat ini belum ada respon dari Pemerintah Kota Samarinda terkait kondisi pasangan ini. (*)