Breaking News:

Berita Jateng

Sabu-sabu Diselipkan di Dalam Masker, Kepala BNN Jateng: Modus Baru Lagi Nih

Sabu-sabu Diselipkan di Dalam Masker, Kepala BNN Jateng: Modus Baru Lagi Nih

Tribunpantura.com/Hermawan Handaka
Ilustrasi sabu-sabu - Petugas Ditresnarkoba Polda Jateng menunjukkan sebagian barang bukti sabu-sabu dalam rilis kasus ungkap peredaran narkoba. 

TRIBUNPANTURA.COM, MAGELANG - Berbagai modus dilakukan para pelaku penyalahgunaan narkoba untuk meloloskan barang haram tersebut dari endusan petugas.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan modus operandi diselipkan di masker.

Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen (Pol) Benny Gunawan mengatakan, modus ini diketahui setelah petugas berhasil menangkap tersangka pemakai sabu, berinisial JML (41) di Magelang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Soal Pengambilalihan Kasus Jaksa Pinangki, Begini Tanggapan Pimpinan KPK

Hotma Ditemukan Tewas Telentang di Atas Genteng, Meninggal Mendadak saat Perbaiki Atap Rumah

BREAKING NEWS: Indonesia Mundur dari Gelaran Piala Thomas dan Uber 2020 di Denmark

Polda Jateng Sita 8,1 Kg Sabu-sabu dan 5.708 Butir Ekstasi, Irjen Luthfi: dari 3 Tersangka

“Tersangka JML (41) ini membawa narkotika jenis sabu dimasukkan ke dalam masker kain warna biru."

"Modus baru lagi nih. Memang di Jawa Tengah ini modusnya aneh-aneh,” kata Benny, dalam jumpa pers di kantor BNN Kabupaten Magelang, Jumat (11/9/2020).

Selain modus tersebut, pihaknya juga berhasil mengungkap peredaran ganja yang modusnya dicampur dengan kue brownis dan kukis di wilayah Jepara.

Bahkan di Semarang, ada juga pelaku yang memasukkan barang haram itu ke dubur.

Menurut Benny, pandemi Covid-19 ini, pengedar narkotika semakin kreatif melancarkan aksinya.

Kondisi ini diduga menyebabkan tidak sedikit orang mengalami stres sehingga nekat melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

"Di Jateng ini barang bukti kasus tidak terlalu besar, tapi modusnya beraneka ragam, bahkan ada modusnya belum ada di wilayah lain. Ini yang mengkhawatirkan," tandas Benny.

Dari 44 kasus yang berhasil diungkap sejak Januari-September 2020, modus yang paling sering dipakai pelaku adalah dengan mengirim melalui jasa ekspedisi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved