Berita Pantura
Harga Tembakau Anjlok, Petani di Karangawen Resah
Raut wajah Nasron tampak tak bergairah saat menceritakan harga jual tembakau. Menurutnya, harga jual tembakau saat ini menurun drastis.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN-PANTURA.COM, DEMAK-Raut wajah Nasron tampak tak bergairah saat menceritakan harga jual tembakau. Menurutnya, harga jual tembakau saat ini menurun drastis.
"Tembakau saya ini dihargai Rp14 ribu per kilogram," katanya sembari menunjuk tembakau yang dijemur di samping rumahnya.
Ditemui Tribun-Pantura.com, Sabtu, (26/9/2020), warga Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen, Demak, menceritakan harga jual tembakau yang terus menurun.
• Mayat Laki-Laki Ditemukan di dalam Sumur Pembuatan Batu Bata di Sokaraja Banyumas
• Kekayan Gibran Tembus Puluhan Miliar, Sedangkan Gaji Pokok Wali Kota Solo Hanya Rp 2,1 Juta Perbulan
• Kisah Ojol Lansia di Semarang, Tertipu Order Fiktif dan Hipnotis Hingga Tabungannya Ludes
Awalnya sebelum hujan, kata dia, satu kilogram tembakau laku di atas Rp25 ribu, lalu turun terus hingga mencapai angkat terendah saat ini Rp14 ribu.
"Kalau harga normal bisa laku sampai Rp40 ribu perkilogram," tuturnya.
Nasib serupa juga dialami Rohmat. Harga tembakaunya, kata dia, sebelum ada hujan laku dengan harga Rp28 ribu. Namun sekarang sudah turun separuhnya menjadi Rp14 ribu.
"Itu harga tembakau krosok," ujar Rohmat singkat.
Menurutnya, harga jual tembakau bergantung harga yang disodorkan bakul tembakau.
Kalau bakul berani beli dengan harga tinggi, kata dia, petani bisa untung. Kalau beli dengan harga rendah, petani jadi rawan rugi.
"Ya rugi tenaga, biaya. Apalagi tembakau panen setahun sekali, antara Agustus-Oktober," terangnya.
Faktor Cuaca
Mulyono salah seorang bakul tembakau di Desa Wonosekar membenarkan harga jual tembakau saat ini memang anjlok.
Karena, kata dia, bakul juga menyesuaikan dengan harga beli dari pabrik rokok. Dan menurutnya, pabrik rokok mematok harga berdasarkan kualitas temabakau.
"Faktor cuaca membuat harga anjlok. Hujan turun membuat tembakau memiliki kada air tinggi. Kualitas tembakau jadi turun," terang bapak dua anak itu.
Mulyono membandingkan, pada 2019 saat kemarau panjang harga jual tembakau di petani mencapai Rp40 ribu dan terendah mencapai Rp 28 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/nasron-salah-seorang-petani-tembakau-di-desa-wonosekar.jpg)