Breaking News:

Tips dan Trik

Menggoyangkan Kendaraan saat Mengisi BBM di SPBU Justru Berpotensi Sebabkan Kebakaran

Seringkali kita melihat bahkan melakukan tindakan menggoyangkan kendaraan saat mengisi BBM.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com/Josephus Primu
Ilustrasi truk tangki pengangkut BBM 

TRIBUN-PANTURA.COM - Seringkali kita melihat bahkan melakukan tindakan menggoyangkan kendaraan saat mengisi BBM.

Upaya itu dilakukan dengan maksud agar tangki mampu menampung bahan bakar dengan kapasitas yang maksimal.

Dengan digoyangkan harapannya volume bensin terisi secara penuh karena masuk di setiap celah yang kosong dalam tangki.

Baca juga: Seluruh Pegawai KPU Purbalingga Dites Swab, KPPS dan Linmas Siap-siap Rapid Test

Baca juga: Lima Orang Dalam Satu Keluarga Meninggal Dalam Peristiwa Kebakaran Rumah

Baca juga: Indonesia Tak Kunjung Capai Target WHO untuk Rasio Tes Usab Setelah 7 Bulan Pandemi

Baca juga: Lowongan Magang Jadi Asisten Rumah Tangga Digaji Rp 367 Juta, Kirim Lamaranmu ke Sini

Sehingga, durasi pengisian ulang BBM tidak terlalu cepat.

Padahal, trik seperti ini tidak sepenuhnya benar dan justru berpotensi menimbulkan bahaya yakni kebakaran.

Di samping itu, BBM merupakan benda cair yang secara otomatis akan mengisi setiap celah kosong pada wadahnya.

"Mungkin ada yang beranggapan bahwa dengan prilaku itu maka udara yang ada di dalam tangki akan cepat keluar."

"Sebenarnya, tidak perlu karena udara pasti akan ke atas karena terdesak bensin," ujar Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Di sisi lain, sebagaimana dikatakan Kepala SPBU Pertamina MT Haryono, Paimin, menggoyang-goyangkan mobil saat pengisian BBM justru meningkatkan kemungkinan terjadinya gesekan antara nozel dengan lubang BBM.

Baca juga: Update Covid-19 di Kabupaten Karanganyar Jumat 23 Oktober, Total Ada 128 Kasus

Baca juga: Hotel di Tegal Lakukan Fogging Rutin di Kamar Pengunjung

Baca juga: Viral Pendaki Foto Telanjang di Lokasi Sakral Gunung Gede, Pengelola Lapor Polisi

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kajen Kabupaten Pekalongan Hari Ini, Jumat 23 Oktober 2020

"Ujung nozel terbuat dari besi atau baja, dikhawatirkan kalau digoyang-goyang justru terjadi gesekan. Sebab, di lubang tutup tangki di ujungnya kan juga berbahan pelat," ujarnya.

Paminin menjelaskan, gesekan sekecil apa pun bisa memicu adanya listrik statis. Jika terjadi listrik statis maka dapat memicu terjadinya api, yang merupakan hal paling dihindari di SPBU.

"Takutnya terjadi listrik statis tadi. Karena itu, dalam mengisi bensin biasanya kita angkat sedikit nozelnya, jadi tidak menyentuh langsung atau istilahnya tidak ada bonding pada nozel dengan lubang tangki," katanya. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved