Berita Slawi

Aplikasi Belajar Siswa Di-hack Orang, Ketua MKKS SMP Slawi Ungkap Kendala Pembelajaran Daring

Aplikasi Belajar Siswa Di-hack Orang, Ketua MKKS SMP Slawi Ungkap Kendala Pembelajaran Daring

victorynews.id
Ilustrasi belajar daring - Ketua MKKS SMP di Kabupaten Tegal, Fatah, mengungkapkan sejumlah kendala pembelajaran jarak jau (PJJ) atau belajar dalam jaringan (daring). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Selama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring siswa SMP khususnya di wilayah Kabupaten Tegal, mengalami beberapa kendala.

Seperti susahnya sinyal, siswa yang tidak memiliki ponsel atau perangkat pendukung, bahkan sampai ada siswa yang kehilangan aplikasi belajarnya karena dihack atau diretas oleh seseorang.

Hal tersebut, dikemukakan oleh Kepala Sekolah SMP N 1 Slawi, Alfatah, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Senin (26/10/2020) kemarin.

Baca juga: Emak-emak PKL Ngamuk Siram Bensin Petugas Satpol PP, Kasusnya Berakhir Begini, Polisi Bersyukur

Baca juga: Guru SMA Negeri di Banyumas Positif Covid-19, Bupati: Tertular dari Suaminya yang Telah Meninggal

Baca juga: 1.700 Polisi Amankan Arus Mudik di Jateng, Kapolda: Tersebar dari Brebes hingga Rembang

Baca juga: Vaksin Belum Tersedia, Warga Solo di Perantauan Dilarang Mudik

"Belum lama ini, saya mendapat aduan dari orangtua siswa yang mengeluh dan meminta bantuan, karena aplikasi belajar anaknya hilang atau kena hack."

"Sehingga saya sarankan untuk ke wali kelas atau ke sekolah, untuk diajarkan lagi cara penginstalan aplikasi."

"Terkadang anak juga sudah kami ajari, tapi malah asik bermain game, jadi ya ini termasuk kendala juga bagi kami," tutur Fatah, kepada Tribunpantura.com, Senin (26/10/2020).

Tidak hanya kendala aplikasi belajar yang hilang, Fatah menyebut, terdapat kendala lain yaitu sulitnya sinyal terutama siswa yang rumahnya berada di daerah pinggiran.

Belum lagi terkendala siswa yang tidak memiliki handphone atau perangkat untuk belajar daring.

"Alhamdulillah kalau di SMP N 1 Slawi, kami ada tab (tablet) yang bisa dipinjamkan ke siswa yang tidak mampu, untuk belajar daring."

"Kurang lebih ada 10 siswa yang kami pinjami tab dan dibawa pulang ke rumah," ungkapnya.

Adapun bantuan tab ini, lanjut Fatah, berasal dari program bantuan kinerja 2020.

Untuk di SMP N 1 Slawi, mendapat bantuan sebanyak 293 tab yang diperuntukkan bagi siswa yang tidak mampu, atau siswa yang mendapat Program Indonesia Pintar (PIP) dan PKH.

Jadi pihak sekolah menawarkan kepada siswa, kalau memang tidak memiliki handphone dan ingin meminjam fasilitas tab dari sekolah, silahkan saja langsung ke guru atau wali kelas masing-masing.

"Selain belajar via daring, siswa juga tetap diminta untuk mengerjakan tugas dan mengumpulkannya via daring juga," imbuhnya. (dta)

Baca juga: Daftar Kecamatan Rawan Bencana Banjir dan Longsor di Purbalingga

Baca juga: Pelanggar Protokol di Kota Semarang Terharu saat Diajak Berdoa di Pemakaman Korban Covid-19

Baca juga: Banjir Besar di Cilacap Dipengaruhi Fenomena La Nina, Ini Penjelasan BMKG

Baca juga: Sehidup Semati, Pasutri Lansia di Pangandaran Tewas Tertimbun Longsor

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved