Penanganan Corona

Puluhan Wisatawan Terdeteksi Reaktif Covid-19 Diswab dan Diminta Pulang

Potensi penyebaran virus corona saat libur panjang semakin menjadi kenyataan. Hingga saat ini setidaknya sudah ada puluhan wisatawan reaktif covid-19.

Editor: Rival Almanaf
Tribunpantura.com/Zaenal Arifin
Ilustrasi rapid test 

TRIBUN-PANTURA.COM - Potensi penyebaran virus corona saat libur panjang semakin menjadi kenyataan.

Hingga saat ini setidaknya sudah ada puluhan wisatawan yang dinyatakan reaktif dan sudah diambil sampel swabnya.

Mereka terdeteksi dari rapid teat massal di berbagai objek wisata saat masa libur panjang akhir Oktober.

Di kawasan wisata Puncak Bogor, sebanyak 50 wisatawan dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test acak.

Baca juga: Update Banjir Banyumas, Ratusan Warga Kemranjen Masih Mengungsi

Baca juga: Setelah Meminta Diantar ke Hotel Gadis 18 Tahun Menikam Driver Go Car di Cilacap

Baca juga: Mandi Air Panas Tertutup di Objek Wisata Guci di Masa Pandemi Hanya Rp 5 Ribu

Baca juga: Update Banjir Kroya Cilacap, Ribuan Jiwa Masih Mengungsi

Dari puluhan orang yang reaktif tersebut didominasi oleh warga dari luar Bogor.

50 orang tersebut kemudian harus menjalani test swab dan diminta untuk kembali ke rumah masing-masing.

Temuan ini diketahui bermula dari rapid test atau tes cepat Covid-19 yang dilakukan secara acak saat libur panjang pada Kamis (29/10/2020). 

Menyasar para wisatawan yang berkunjung ke Puncak, rapid test acak dilakukan di tiga posko.

Tiga tempat itu yakni Simpang Gadog, Masjid Harakatul Jannah, Kantor Kecamatan Megamendung dan Wisata Telaga Warna.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina mengemukakan, ada 918 wisatawan yang mengarah ke Puncak menjalani rapid test acak.

Sebanyak 50 di antaranya reaktif Covid-19.

"Total untuk hari ini kami menyiapkan 1.000 rapid test kit. Namun yang di-rapid sebanyak 918 wisatawan, hasilnya yang reaktif ada 50 orang," kata dia.

"Yang reaktif ini banyak dari luar Bogor," lanjut dia.

Terhadap puluhan wisatawan yang hasil tesnya reaktif, tim medis langung menindaklanjuti dengan tes swab.

Mereka pun diminta tak berwisata terlebih dahulu dan pulang ke rumah masing-masing sembari menunggu hasil tes swab.

"Mereka kemudian diputar balik ke rumah masing-masing, sambil menunggu hasil swab berdasarkan by name by address."

"Nanti kami akan koordinasi dengan Dinkes sesuai di mana mereka berada," ungkapnya.

Adapun selama libur ini, pemerintah daerah menyiapkan 3.000 unit rapid test kid.

"Awalnya kita melakukannya hari ini, namun demikian antrean kendaraan wisatawan padat (hari ini) sehingga kita tim Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor akan kembali melaksanakan rapid test sampai hari Minggu."

Baca juga: Penjelasan Polisi Soal Video Viral Jenazah Dibawa Menggunakan Sepeda Motor di Boyolali

Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Pengajuan BLT UMKM Kamu Tidak Ditolak

Baca juga: Berikut Jadwal Samsat Online Keliling di Demak, Jumat, 30 Oktober 2020

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kajen Kabupaten Pekalongan Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2020 Buka di Dua Lokasi

"Dengan melibatkan kekuatan 45 tenaga medis dibantu kepolisian, Satpol-PP dan 10 puskemas yang ada," jelas dia.

Mike menjelaskan, temuan dari rapid test acak ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat bahwa kasus Covid-19 masih ada.

Selama libur panjang, masyarakat pun diimbau menahan diri dan tidak bepergian.

Sedangkan bagi wisatawan yang telanjur keluar, Mike meminta mereka menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk meminimalkan penyebaran Covid-19. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved